Setelah Rejection, EUR/USD Berpotensi Turun Ke Low BBAnalisa Time Frame 1-Hari: Rejection Di EMA-50, CSA Berpeluang Bawa Turun Harga
Jika diamati dari time frame 1-hari, harga pasangan mata uang EUR/USD sedang dalam tren naik. Hal ini diketahui dari Golden Cross Mid BB dan EMA-50 sejak pertengahan Desember tahun lalu. Posisi harga di antara kedua garis tersebut sehingga menandakan kekuatan jangka pendek dalam masa konsolidasi.
Candlestick Arah Sell merupakan Setup terakhir yang terbentuk pasca harga ditutup pada bagian bawah MA-5/10. CSA ini terlihat setelah harga gagal melanjutkan kenaikan dari CSA Buy yang terbentuk awal Februari lalu. Harga justru tampak membentuk Rejection di EMA-50. Untuk itu, harga berpotensi melanjutkan penurunan hingga Low BB atau justru naik ke arah Top BB. Posisi harga di himpitan MA-5/10 High dan Mid BB pasca CSA Sell akan menjadi alasan utama untuk mencari posisi Sell pada analisa kali ini.
Dari sisi analisa Supply And Demand, Rejection pada EMA-50 terjadi berbarengan dengan Rejection pada zona Demand Fresh di sekitar 1.17000. Harga tampak bereaksi sesaat setelah menyentuh batas atas zona Demand tersebut. Tidak ada zona ataupun area yang mendukung peluang Sell dari analisa BBMA OA di time frame 1-hari ini.
Analisa Time Frame 4-Jam: Tunggu Extrem Di Top BB Dan Zona Supply
Dilihat dari time frame 4-jam, EUR/USD masih dalam tren turun. Hal ini digambarkan oleh Death Cross Mid BB dan EMA-50 sejak pertengahan Februari lalu. Posisi harga berada pada bagian atas kedua garis tersebut sehingga menggambarkan kekuatan jangka pendek yang dikuasai Buyer. Perbedaan antara kedua Death Cross dan posisi harga menandakan kondisi pasar dalam masa konsolidasi atau Sideways. Breakout ataupun Rejection dapat mengonfirmasi awal tren baru atau penerusan tren lama.
Dari sisi Setup, CSAK Sell merupakan Setup terakhir yang terbentuk pasca harga gagal meneruskan kenaikan hingga Top BB. Harga saat ini sedang berada di MA-5/10 High dan memberikan peluang untuk Reentry pasca CSAK. Peluang ini dapat divalidasi dengan struktur Setup dan perilaku harga di time frame 1-jam dan 15-menit. Peluang dari time frame 1-hari akan valid jika harga membentuk Extrem Sell di Top BB time frame 4-jam.
Dari sisi analisa Supply And Demand, tidak ada zona Supply time frame 4-jam yang mendukung peluang. Zona Supply terdekat berada pada bagian atas Top BB, dan akan menjadi Key Level untuk menentukan Entry, Stop Loss, serta perhitungan target Profit.
Saran Pembukaan Posisi
Sinyal: Sell
Entry: 1.18350
Stop Loss: 1.18600
Take Profit: 1.17600
Perkiraan Waktu Trading: 2 Hari.
DISCLAIMER ON:
Dalam analisa ini, segala keuntungan dan kerugian menjadi bagian dari risiko trading pribadi. Saya sebagai penulis tidak berhak menerima sedikitpun profit dari Anda maupun bertanggung jawab atas loss yang terjadi. Untuk itu, disarankan selalu menggunakan perhitungan Money Management yang baik dan ketat.
Ide komunitas
INSTITUTIONAL ANALYSYS: FOOTPRINT, FUNDAMENTAL GOLD MARET 2026LAPORAN RISET PRE-MONTH: OUTLOOK XAU/USD (GOLD CFD) MARET 2026
Ringkasan Eksekutif
Pandangan utama kami untuk Emas OANDA:XAUUSD di bulan Maret 2026 ini adalah Sangat Bullish (Strong Bullish-Dominant). Saat ini market sedang dihantam dua sentimen kuat secara bersamaan: ketegangan geopolitik yang meledak di Timur Tengah dan kekacauan rantai pasok akibat kebijakan tarif mendadak dari Amerika Serikat. Walaupun The Fed kemungkinan besar akan menahan suku bunga karena inflasi yang masih membandel (probabilitasnya 93%-96% untuk hold di bulan Maret), status emas sebagai safe-haven lagi laku keras. Dari sisi teknikal dan order flow, emas baru saja breakout level penting dengan adanya konfirmasi penyerapan (absorption) pesanan jual oleh institusi besar. Target terdekat kita ada di area $5.400 sampai $5.600. Volatilitas akan cukup tinggi, sehingga strategi terbaik adalah mencari peluang beli (buy the dip) pada tiap koreksi ke area support yang kuat.
Analisis Teknikal (Monthly ke Weekly)
Struktur Tren dan Price action
Grafik Bulanan (Monthly):
Kalau kita lihat grafik bulanan, tren naiknya (Higher High, Higher Low) benar-benar kuat, atau parabolik. Di bulan Februari 2026, harga sempat dibanting turun sampai ke sekitar $4.400, pas banget menyentuh area Support 1 bulanan (S1 di 4.442,198). Tapi, jatuhnya ini cuma sebentar. Institusi besat kelihatannya langsung memanfaatkan momen diskon ini buat borong barang. Hasilnya, harga ditarik naik lagi dengan cepat dan ditutup di $5.278,510. Bentuk candle bulanan menjadi hammer hijau dengan ekor bawah yang panjang, membuktikan adanya dorongan beli yang sangat kuat.
Grafik Mingguan (Weekly):
Di grafik mingguan, proses recovery makin terlihat jelas. Sejak pertengahan Februari, ada tiga candle mingguan hijau berturut-turut. Minggu terakhir Februari ditutup full body di $5.278,510, menembus resistance historis yang lumayan alot. Penutupan ini berada di area Resistance 3 mingguan (R3 di 5.285,978). Artinya, sampai pasar tutup hari Jumat, yang mau beli emas antreannya masih panjang. Ini ciri khas pergerakan breakout FOMO (Fear of Missing Out).
Momentum & RSI
Monthly RSI: Angka RSI yang fantastis, mencapai 95,67! Umumnya, RSI di atas 70 mengindikasikan kondisi overbought (kemahalan) dan berpotensi turun. Namun, dalam konteks tren yang sangat kuat seperti saat ini, RSI di atas 90 justru menegaskan momentum kenaikan yang sangat tinggi. Belum terlihat adanya sinyal pelemahan dari indikator ini.
Weekly RSI: Nilai RSI saat ini berada di 80,81. Ketika harga sempat turun ke level $4.400 bulan lalu, RSI sempat mengalami 'pendinginan'. Namun, dengan kenaikan harga saat ini, RSI juga ikut naik (fenomena konvergensi). Kondisi ini menunjukkan sinyal yang positif dan sehat, mengindikasikan bahwa pergerakan kenaikan harga didukung oleh volume pembelian yang nyata dan bukan sekadar anomali pasar.
Seasonality: Prospek Statistik Positif untuk Emas di Bulan Maret
Secara historis, data 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa bulan Maret merupakan periode yang sangat menguntungkan bagi emas (XAUUSD). Terdapat probabilitas winrate yang tinggi, yaitu 78%, dengan rata-rata return yang signifikan sebesar +3,11%.
Mengingat bahwa bulan Februari yang secara statistik sering kali kurang baik telah berlalu, kalender bulanan ini memberikan dukungan kuat untuk mengambil posisi beli (long) pada emas.
Footprint Findings & Analisis Order Flow
Integrasi data footprint asli dengan data Commitment of Traders (COT) mengungkap narasi yang sangat meyakinkan tentang partisipasi institusi besar:
Volume Extremes & Momentum Awal: Pada minggu 25 Januari 2026, kita melihat volume raksasa sebesar 902.112 kontrak dengan Delta Positif +27.088. Ini adalah fase di mana emas dipompa gila-gilaan ke All-Time High. Semua orang berebut beli.
Fase Penyerapan (Absorption) yang Mematikan: Ini bagian paling penting. Perhatikan minggu terakhir (22 Februari 2026). Volumenya kembali membesar ke 619.415 kontrak, TAPI angka Deltanya sangat negatif: -7.991. Secara logika dasar, delta negatif (-7.991) berarti lebih banyak seller agresif yang memukul harga bid (market sell). Namun, harga XAUUSD di minggu tersebut justru melesat naik hingga ditutup di $5.278!
Apa artinya? Ini adalah ciri mutlak dari Absorpsi (Absorption). Seller eceran atau pihak yang nekat nge-short (jual) agresif menabrak tembok "Limit Buy" (pembeli pasif) raksasa dari para institusi dan bank sentral. Institusi menampung semua tekanan jual tanpa membiarkan harga turun. Para seller ini sekarang berstatus trapped (terjebak), yang akan memicu short-squeeze saat pelatuk stop loss mereka tersentuh.
Konfirmasi Laporan COT: Hal ini didukung sempurna oleh laporan COT terbaru yang menunjukkan bahwa Managed Funds malah menambah sedikit eksposur net-long mereka sebesar 3,9 ribu kontrak. Institusi besar sama sekali tidak melepas posisi long mereka; mereka justru menyerap sisa-sisa pasokan yang dijual oleh tangan lemah (weak hands).
Skenario Teknikal: Utama & Batalnya Tren
Skenario Utama (Main): Dengan adanya indikasi absorption yang kuat pada level harga atas dan penutupan yang bullish, harga diperkirakan akan dengan cepat menembus level $5.285 dan selanjutnya berpotensi mengejar $5.429. Penurunan harga minor menuju sekitar $5.039 dianggap wajar dan justru menawarkan peluang buy yang ideal untuk mengikuti pergerakan institusi.
Batalnya Skenario (Invalidation): Kita bakal stop mikir naik kalau harga emas ditutup di bawah $4.935,860 (Pivot Bulanan). Kalau ini kejadian, berarti tembok institusi jebol dan tren bisa berubah jadi turun.
Analisis Fundamental (Cerita di Balik Harga)
Emas sekarang lagi nggak peduli sama aturan ekonomi normal. Harganya lagi disetir sama kepanikan global. Ini dua berita besar yang bikin emas terbang:
1. Perang Amerika & Israel vs Iran (Super Bullish!)
Ini katalis terbesarnya. Di penghujung Februari/awal Maret 2026, AS dan Israel dilaporkan meluncurkan serangan udara ke Iran, yang bahkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran langsung membalas dengan rudal ke pangkalan militer AS di Timur Tengah. Pasar langsung panik! Orang-orang takut perang meluas dan jalur minyak di Selat Hormuz ditutup. Di saat perang kayak gini, duit triliunan dari saham bakal dipindah ke aset yang paling aman, dan rajanya aset aman itu ya emas.
2. Kebijakan Tarif Impor Trump (Sangat Bullish)
Bulan lalu, Mahkamah Agung AS ngebatalin aturan tarif impor Trump. Bukannya nyerah, Trump langsung pakai aturan jadul (Section 122 dari Trade Act 1974) buat mukul rata tarif impor global jadi 15%. Kebijakan ini bikin rantai pasokan dunia berantakan. Pajak 15% ini ujung-ujungnya bikin barang-barang di AS makin mahal (inflasi naik). Investor nggak mau ambil pusing, mereka lari ke emas buat lindungin nilai uang mereka.
3. The Fed, Suku Bunga, dan Inflasi
Data inflasi AS terbaru (CPI) sebenarnya ada di 2.4%. Normalnya, data inflasi yang turun bikin bank sentral (The Fed) nurunin suku bunga, yang bagus buat emas. Tapi gara-gara data tenaga kerja yang kuat dan ancaman inflasi baru dari tarif Trump, market sadar The Fed nggak akan buru-buru nurunin bunga.
Berdasarkan CME FedWatch Tool terbaru, pasar bertaruh sekitar 93,3% sampai 96,0% kalau The Fed bakal menahan (hold) suku bunga di bulan Maret ini. Teorinya, suku bunga ditahan tinggi itu jelek buat emas. Tapi hebatnya, emas tetap terbang! Ini karena duit besar di pasar lebih takut sama efek stagflasi (inflasi karena tarif + ekonomi mandek) dan ancaman perang dunia ketimbang peduli sama bunga The Fed.
4. Pembelian Oleh Bank Sentral
Jangan lupa, bank-bank sentral negara berkembang kayak China (PBoC) masih rajin nimbun emas. Mereka beli emas terus buat ngurangin ketergantungan sama Dolar AS. Institusi raksasa ini nggak peduli emas harganya berapa, mereka tetap beli. Ini yang bikin harga emas punya "lantai beton" dan susah jatuh dalam.
Kesimpulan: Bias & Skenario Probabilitas
Berdasarkan teknikal yang lagi strong uptrend, musiman bulan Maret yang bagus, adanya bukti penyerapan pesanan (absorption) yang masif di data footprint, dan dunia yang lagi tegang karena perang dan tarif, bias kita bulan ini fix mengarah ke atas.
Ringkasan Bias: BULL (NAIK)
Setiap ada harga turun (dip), kemungkinan besar bakal langsung dilahap sama pembeli institusi dan investor yang butuh aset aman. Area $5.000 sekarang udah jadi lantai support psikologis yang kuat.
Setup 1: Ngikutin Arus Breakout Geopolitik (Trend Following)
Logika: Murni manfaatin kepanikan pasar pasca berita perang dan penutupan wilayah udara Timur Tengah. Kita beli saat harga jelas-jelas nembus atap.
Entry: Pasang Buy Stop kalau harga mantap nembus $5.300. Syaratnya, tunggu ada candle 1 jam (H1) atau 4 jam (H4) yang ditutup full body di atas $5.285.
Stop Loss (SL): Pasang di $5.170. Kenapa di sini? Karena kalau harganya balik turun ke bawah level ini, berarti breakout-nya gagal (bull trap).
Target (Take Profit):
TP 1: $5.430 (Target dekat R1 Bulanan).
TP 2: $5.600 (Rekor tertinggi kemarin, magnet kuat).
Manajemen Risiko: Karena pergerakannya bakal liar, pakai modal lebih kecil. Cukup maksimal 1% dari ekuitas buat trade ini.
Setup 2: Menunggu Diskon dari Institusi (Buy the Dip)
Logika: Nunggu trader ritel take profit dan harga turun cari napas. Ingat, footprint delta membuktikan institusi menampung barang di harga bawah.
Entry: Cicil beli pakai Limit Order di area $5.040 sampai $5.100. Biar aman, tunggu sampai muncul candle pantulan (kayak pin-bar) di area Pivot Mingguan ($5.039).
Stop Loss (SL): Cut loss cepat di $4.920. Kalau level ini jebol, harga bisa longsor parah ke $4.400.
Target (Take Profit):
TP 1: $5.200 (Level Pivot harian lokal).
TP 2: $5.285 (Pivot R3 Mingguan).
Manajemen Risiko: Area ini lumayan aman karena ada 'tembok' institusi. Bisa pakai risiko 1,5% sampai 2% dari ekuitas.
Probability dan Akurasi
Conviction score: 92 / 100 (Sangat Tinggi)
Alasannya: Penambahan data gambar footprint menaikkan skor confidence model. Data delta negatif dengan penutupan harga kuat (absorption) memberikan bukti nyata keterlibatan "Smart Money". Teknikalnya selaras sempurna, sejarah musiman Maret mendukung penuh, dan sentimen fundamental (Perang Iran-AS & Tarif) sangat menguntungkan untuk pergerakan aset emas..
Asumsi: Kami berasumsi bahwa emas akan terus mengabaikan pergerakan suku bunga The Fed. Namun, jika emas tiba-tiba kembali ke sifat aslinya (harga turun saat suku bunga tinggi), target harga yang telah ditetapkan di atas mungkin akan sedikit meleset.
IHSG, Minyak, dan Geopolitik
Memahami Rotasi Sektor Indonesia di Tengah Oil Shock Global
Pasar saham Indonesia memasuki 2026 dengan dinamika yang kompleks. Setelah mencetak puncak historis di awal tahun, IHSG mulai bergerak dalam fase konsolidasi yang dipengaruhi oleh perubahan besar di lanskap global: kenaikan harga minyak akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah.
Bagi Indonesia, minyak memiliki peran unik. Di satu sisi, kenaikan harga energi meningkatkan prospek sektor komoditas seperti migas dan logam. Namun di sisi lain, sebagai negara net importir minyak, lonjakan harga energi juga meningkatkan tekanan inflasi, fiskal, dan nilai tukar. Kombinasi inilah yang membuat pasar saham Indonesia sering menunjukkan pergerakan yang tidak seragam saat minyak naik.
IHSG Setelah Puncak: Fase Konsolidasi Siklus
Secara struktur, IHSG saat ini berada dalam fase pasca-puncak yang ditandai oleh:
volatilitas meningkat
kenaikan lebih dangkal
rotasi sektor mulai terlihat
Level teknikal penting berada di area 7.8k–8.5k, yang menjadi zona keseimbangan antara tekanan global dan dukungan sektor komoditas. Selama indeks bertahan di kisaran ini, pasar lebih tepat dipandang sebagai konsolidasi daripada tren turun penuh.
Peran Minyak: Variabel Kunci Pasar Indonesia
Kenaikan harga minyak global menjadi penggerak utama rotasi sektor di Indonesia saat ini. Dampaknya berjalan melalui dua jalur berbeda.
Pertama, jalur makro. Harga energi yang lebih tinggi meningkatkan biaya impor dan risiko inflasi domestik, yang pada akhirnya menekan daya beli, biaya logistik, dan stabilitas rupiah. Jalur ini cenderung membebani sektor domestik seperti perbankan, konsumer, dan transport.
Kedua, jalur komoditas. Harga minyak dan energi yang tinggi secara langsung meningkatkan prospek pendapatan sektor migas dan komoditas terkait. Hal ini memberikan dukungan pada saham energi dan sebagian sektor tambang, yang kemudian membantu menahan penurunan IHSG.
Kombinasi dua jalur ini menjelaskan mengapa IHSG sering tampak melemah sementara beberapa sektor justru menguat.
Rotasi Sektor: Komoditas vs Domestik
Energi dan Logam: Penopang Indeks
Dalam lingkungan harga energi tinggi, sektor energi dan logam menjadi penerima manfaat langsung. Kenaikan harga jual komoditas meningkatkan margin dan ekspektasi pendapatan, sehingga sektor ini cenderung relatif kuat dibanding indeks. Selama harga energi global bertahan tinggi, sektor ini berpotensi tetap menjadi penopang utama IHSG.
Sektor Domestik: Tertahan Biaya Energi
Kenaikan minyak memiliki efek lanjutan pada ekonomi domestik: biaya transportasi dan produksi meningkat, sementara daya beli cenderung melemah. Dampak ini paling terasa pada sektor konsumer dan transport. Perbankan juga dapat tertahan melalui tekanan likuiditas dan biaya dana yang lebih tinggi. Akibatnya, sektor domestik besar sering bergerak lebih lemah saat energi mahal.
Outlook IHSG Berbasis Rezim Minyak
Arah IHSG ke depan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak global. Secara umum terdapat tiga kemungkinan jalur.
Jika harga minyak menurun karena meredanya ketegangan geopolitik, tekanan makro Indonesia berkurang dan sektor domestik berpotensi pulih. Dalam kondisi ini, IHSG berpeluang bergerak kembali ke area atas kisaran konsolidasi.
Jika minyak bertahan relatif tinggi namun stabil, pasar Indonesia kemungkinan tetap berada dalam fase rotasi: sektor komoditas kuat, sektor domestik tertahan. IHSG dalam skenario ini cenderung bergerak mendatar dalam kisaran menengah.
Jika minyak mengalami lonjakan lebih lanjut akibat gangguan pasokan global, tekanan inflasi dan nilai tukar dapat meningkat. Dalam kondisi tersebut, IHSG berpotensi mengalami penurunan lebih dalam sebelum menemukan keseimbangan baru.
Kesimpulan
Pasar saham Indonesia saat ini berada dalam fase konsolidasi yang dipengaruhi oleh harga minyak dan geopolitik global. Kenaikan energi memberikan dukungan pada sektor komoditas, namun pada saat yang sama menekan sektor domestik melalui jalur inflasi dan biaya ekonomi. Interaksi dua kekuatan ini menciptakan pasar yang terfragmentasi, di mana pergerakan indeks tidak selalu mencerminkan seluruh sektor.
Selama harga minyak tetap tinggi, IHSG cenderung bergerak dalam kisaran konsolidatif dengan rotasi menuju energi dan komoditas. Perubahan arah yang lebih luas kemungkinan baru terjadi ketika tekanan energi global mulai mereda.
Dengan demikian, memahami pergerakan minyak menjadi kunci untuk membaca arah pasar saham Indonesia dalam periode ini.
Analisa XAUUSD H4 – Struktur Bullish Menuju Breakout📊 Analisa XAUUSD H4 – Struktur Bullish Menuju Breakout
Secara struktur market di TF H4, XAUUSD masih dalam fase bullish continuation setelah sebelumnya terjadi impuls kuat dan koreksi dalam.
🔎 1️⃣ Market Structure
Terjadi BOS (Break of Structure) ke atas.
Harga membentuk higher high & higher low secara bertahap.
Saat ini price sedang mendekati area resistance kuat sekaligus zona supply/OB atas.
Struktur masih valid bullish selama tidak terjadi break low terakhir.
📦 2️⃣ Area Penting
OB atas / Resistance kuat → sekitar area 5.34xx
Fibo 78.6% sudah disentuh → reaksi kecil tapi belum ada rejection signifikan.
OB bawah (demand zone) → sekitar 4.88xx–4.90xx sebagai zona mitigasi jika terjadi koreksi dalam.
🎯 Skenario yang Bisa Terjadi
🟢 Skenario Bullish (Utama)
Jika harga mampu:
Break dan close kuat di atas resistance 5.34xx
Disertai volume dan momentum
Maka potensi kelanjutan naik ke: 5.50xx
5.80xx (target ekstensi berikutnya)
Struktur masih clean bullish.
🟡 Skenario Pullback Sehat
Jika terjadi rejection di resistance:
Kemungkinan retrace ke area BOS sebelumnya
Atau mitigasi ke OB bawah sebelum lanjut naik
Selama tidak break low struktur terakhir → bias tetap bullish.
🔴 Skenario Bearish (Alternatif)
Valid jika:
Terjadi rejection kuat + break structure ke bawah
Close di bawah support minor
Target bisa mengarah ke: 5.11xx
4.88xx (zona demand)
🧠 Kesimpulan
Bias saat ini: Bullish dengan potensi breakout
Namun posisi sekarang sudah dekat resistance, jadi:
Hindari entry FOMO
Tunggu konfirmasi breakout atau retracement ke area value
EURNZD Trading planMarket eurnzd, sebelumnya terjadi donwtrend yang kuat dengan terbentuknya LH secara konsisten dan bergerak di bawah ema 200.
Akan tetapi untuk saat ini telah terbentuk CHOcH dengan di ikuti beberapa BOS kecil.
Maka terjadi perubahan menjadi HL-HH minor.
Ini artinya market sedang mengalami fase accumulation dan menjadi signal akan terjadinya potensi reversal.
Maka pilihan setup saat ini yaitu buy di area suport antara 1.97 - 1.9720 dengan potensi target di kisaran 1.98 - 1.9890 - 1.9920.
DISCLAIMER
Seluruh ide/analisis di atas bukan merupakan saran keuangan atau ajakan untuk membeli/menjual aset tertentu. Investasi memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi."
BTCUSD MUST FALL DEEPER📌 Analisa BTCUSD 01/03/2026 - BTCUSD MUST FALL DEEPER
Pada analisa kali ini, saya merekomendasikan mencari setup selling position untuk mengejar Zone Demand Minor, berdasarkan pergerakan harga terkini. Berikut adalah beberapa parameter yang dapat digunakan sebagai panduan entry:
✅ Entry : Tunggu konfirmasi di time frame M30 - H1 untuk mendapatkan entry yang lebih optimal dan mengurangi floating.
✅ Take Profit (TP) : Area Support/Resistance Point (sesuai analisa masing-masing trader).
✅ Stop Loss (SL) : Disarankan 50 - 100 pips atau menyesuaikan dengan akhir zona serta money management yang sesuai dengan saldo.
✅ Risk Management : Pastikan selalu menggunakan SL BE (Break Even) dan SL+ untuk mengamankan profit dalam trading.
💬 Jangan ragu untuk bertanya atau berdiskusi di kolom komentar !
Saya akan dengan senang hati membantu menjawab pertanyaan seputar analisa ini.
🔥 Dukung dan request pair favorit kalian di kolom komentar !
📢 Disclaimer
Analisa ini merupakan pandangan pribadi berdasarkan pengalaman dan riset yang telah dilakukan. Tidak ada ajakan atau paksaan untuk mengikuti entry ini. Selalu sesuaikan dengan strategi dan manajemen risiko masing-masing !
📉 Trade responsibly – You are in control! 📉
Gold Memimpin, Risk Asset Masih Tertinggal, Market Outlook
Secara struktur macro–teknikal global saat ini cukup jelas:
penurunan yield US mendorong pelemahan USD dan memicu breakout emas,
sementara aset risk (saham & crypto) masih tertahan fase pemulihan.
Ini tipikal fase awal easing likuiditas, di mana emas biasanya bergerak lebih dulu sebelum aset lain menyusul.
Gold (XAUUSD)
Gold berhasil breakout dari range dan bertahan di area high sekitar 5279.
Struktur tetap clean bullish dengan rangkaian higher high – higher low.
Harga juga sudah masuk zona Fibonacci extension dari swing sebelumnya,
yang menandakan fase impuls lanjutan masih aktif.
Selama harga bertahan di atas area breakout 5185–5200, bias utama tetap naik dengan potensi kelanjutan menuju area 5320 hingga 5400.
Kondisi ini menunjukkan breakout valid, bukan false break atau distribusi.
USD (DXY)
DXY masih berada dalam struktur lower high dan gagal reclaim resistance.
Dengan yield dan real yield yang menurun, tekanan struktural ke USD tetap ada.
Selama DXY bertahan di bawah zona supply, kecenderungan pelemahan bertahap masih dominan.
Lingkungan seperti ini historisnya mendukung tren emas.
Saham & IHSG
Penurunan yield sebenarnya konstruktif untuk saham, namun karena easing masih tahap awal, kenaikan belum merata.
IHSG sendiri masih berada pada fase recovery setelah koreksi, dengan struktur yang belum kembali ke uptrend karena harga masih di bawah resistance mayor.
Bias jangka pendek: pemulihan bertahap dalam range, belum impulsif.
Crypto (BTC)
BTC masih bergerak di bawah value area dan menunjukkan rejection di supply.
Struktur lower high masih aktif sehingga reversal belum terkonfirmasi.
Dalam siklus likuiditas, crypto biasanya menguat setelah emas dan saham mulai stabil, sehingga fase konsolidasi saat ini masih selaras dengan konteks makro.
Market Structure Alignment
Kondisi antar aset saat ini:
Gold: breakout & extension
USD: distribusi / melemah
Saham: recovery awal
Crypto: konsolidasi
Alignment ini khas fase awal transisi dari likuiditas ketat menuju pelonggaran.
Outlook
Selama yield tidak kembali naik tajam dan USD tetap lemah, emas kemungkinan tetap menjadi pemimpin tren global.
Dalam kondisi tersebut, saham cenderung menguat bertahap dan crypto berpotensi menyusul pada fase berikutnya.
Struktur besar market saat ini masih menunjukkan fase gold-led move, bukan broad risk rally.
XAUUSD H1 – Triangle Consolidation, Potential BreakoutPada timeframe H1, XAUUSD saat ini sedang membentuk pola konsolidasi segitiga (symmetrical triangle) setelah impulsive bullish sebelumnya.
Harga tertahan di area strong support yang sebelumnya menjadi zona demand dan reaksi kuat buyer. Selama harga masih bertahan di atas area support tersebut, potensi kelanjutan bullish masih terbuka.
📌 Skenario utama:
Breakout ke atas dari pola segitiga → Potensi menuju area imbalance / order block sebagai target buy.
Entry ideal menunggu konfirmasi breakout dan retest.
📌 Skenario alternatif:
Jika harga breakdown dan close di bawah support → Potensi koreksi menuju zona demand berikutnya.
Zona hijau merupakan area pantau buy ideal (Rally – Base – Rally).
Zona ungu adalah strong support yang menjadi kunci struktur bullish.
Tetap gunakan manajemen risiko.
Market masih dalam fase menunggu momentum.
DYOR – Analisa ini adalah pandangan pribadi berdasarkan price action dan struktur market.
BTCUSD... Dua Sinyal Berlawanan, Satu Keputusan SulitBitcoin lagi dalam kondisi paling membingungkan: swing trader bilang jual , day trader bilang beli . Keduanya punya argumen valid dan ini bukan kontradiksi, ini adalah konflik timeframe yang perlu kamu pahami sebelum masuk posisi.
Gambaran Besar: Masih Bearish
Di skala besar, tekanan masih ada. ETF Bitcoin keFhilangan hampir $3.8B dalam lima minggu, open interest futures anjlok 45% dari puncaknya, dan USD yang kuat terus menyedot modal keluar dari risk assets. Tarif Trump ke 15% dan ketegangan AS-Iran menambah lapisan risk-off yang belum hilang. Target swing bias ada di area $60rb ... bukan prediksi, tapi level yang dijaga para seller besar.
Jangka Pendek: Ada Alasan Optimis
Tapi kemarin pasar berkata lain. Inflow ETF $257.7M masuk dalam dua hari, short squeeze $323M memaksa leveraged bears keluar, dan Coinbase Premium Index balik positif setelah 40 hari merah. Higher low terbentuk di $64rb-an, artinya buyer masih ada dan sedang mempertahankan harga. Fear index di 11 secara historis sering jadi tanda kapitulasi* hampir selesai.
*kapitulasi : investor panik menjual rugi semua aset.
Konteks Macro Mendukung Kedua Sisi
Ekuitas Amerika hijau kemarin S&P +0.8%, Nasdaq +1.3%, VIX turun ke 17.9. Tech rebound, jobless claims turun ke 206K, dan pidato Trump di State of the Union sempat nyalakan risk appetite. Tapi di sisi lain, emas masih rally ke $5200-an dan SKEW di 146 menandakan pasar belum benar-benar tenang. Rotasi besar dari tech ke cyclicals juga bukan sinyal bullish murni untuk crypto.
Kesimpulan: Jangan Lawan Timeframe-mu Sendiri
Kalau kamu swing trader biasnya masih bearish, tunggu konfirmasi rejection di resistance sebelum short, atau stay out dulu. Kalau kamu day trader momentum jangka pendek mendukung long selama higher low di $64800an tidak jebol. Yang berbahaya adalah swing trader yang tiba-tiba ikut FOMO day trade, atau sebaliknya. Pahami horizon waktumu, dan stick to it.
PGAS Breakout Trendline & Symmetrical Triangle - Potensi Menuju PGAS berhasil breakout dari trendline resistance sekaligus keluar dari pola konsolidasi (symmetrical triangle) yang terbentuk sejak awal Februari. Breakout ini dikonfirmasi dengan candle bullish dan dorongan volume yang mulai meningkat.
Saat ini harga bergerak di area sekitar 2.290 dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju:
🎯 Take Profit 1: 2.390
🎯 Take Profit 2: 2.500
Selama harga mampu bertahan di atas area breakout, peluang bullish masih dominan.
🔻 Stoploss: 2.140
Area ini menjadi invalidasi jika harga kembali masuk ke dalam pola konsolidasi sebelumnya.
Secara risk-reward setup ini cukup menarik, dengan potensi upside yang lebih besar dibanding downside risk.
Outlook IHSG - Potential Create Higher-Low Internal *NFABerdasarkan chart Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG/COMPOSITE) pada timeframe 4 jam (4h), berikut adalah analisis teknikal dan interpretasinya:
1. Struktur Pasar & Tren Saat Ini
Setelah mencapai puncaknya di area 9.174, IHSG mengalami koreksi yang sangat tajam (agresif). Penurunan ini menciptakan ketidakseimbangan harga (imbalance) yang cukup besar. Saat ini, IHSG sedang mencoba membentuk fase konsolidasi atau pemulihan setelah menyentuh level terendahnya di sekitar 7.500-7.800.
2. Analisis Area Penting (Key Levels)
Demand Zone / Potential Higher-Low (8.077 - 8.145):
Harga saat ini berada tepat di atas area ini. Area ini sangat krusial karena bertepatan dengan level Fibonacci Retracement 0.5 - 0.618. Jika IHSG mampu bertahan di atas 8.077, ini akan dikonfirmasi sebagai Higher Low (HL), yang merupakan sinyal awal transisi dari tren turun ke tren naik jangka pendek.
Fair Value Gap (FVG) (8.542 - 8.764):
Terdapat area kosong (gap) yang ditandai dengan kotak biru. Dalam teori Price Action, harga memiliki kecenderungan kuat untuk kembali ke area ini guna "menutup" ketidakseimbangan tersebut. Ini menjadi target kenaikan terdekat jika area Demand di bawahnya mampu menahan tekanan jual.
Supply Zone (8.850 - 9.150):
Ini adalah area resistensi yang sangat kuat. Banyak "penjual" yang menunggu di sini. Jika harga sampai ke area ini, kemungkinan besar akan terjadi aksi ambil untung (profit taking) yang besar.
Major Demand Zone (7.596 - 7.880):
Jika IHSG gagal bertahan di level 8.000, maka indeks kemungkinan besar akan kembali menguji area ini untuk mencari pijakan yang lebih stabil.
3. Interpretasi Strategis
Skenario Optimis (Bullish Rebound)
Jika lilin (candle) tetap bertahan di atas 8.145 (area biru kecil), maka IHSG berpotensi naik menuju area FVG di kisaran 8.500 - 8.700. Ini akan menjadi momen bagi investor untuk melihat apakah kekuatan beli cukup besar untuk menembus ke Supply Zone di atasnya.
Skenario Konservatif (Wait and See)
Saat ini harga berada di "area kritis". Penembusan ke bawah level 8.077 akan membatalkan skenario Higher Low dan membuka jalan pelemahan lebih lanjut menuju level 7.880.
Kesimpulan
IHSG sedang berada dalam fase penentuan di Level Psikologis 8.100. Secara teknikal, pantulan dari area Fibonacci 0.5 - 0.618 memberikan peluang untuk technical rebound guna menutup gap (FVG) di atasnya.
Catatan: Analisis ini bersifat informatif berdasarkan data visual pada chart dan bukan merupakan perintah jual atau beli. Pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal lainnya.
Bullish Struktural USDJPY Beberapa Hari TerakhirSementara banyak yang masih nanya "kok USDJPY naik terus?", jawabannya ada di satu kata: divergensi .
Bank of Japan nggak kemana-mana, Fed juga ogah turun terlalu cepat dan spread bunga 300 bps antara AS dan Jepang itu yang jadi bahan bakar utama rally ini.
Dari sisi Jepang, datanya kompak melemahkan yen. GDP Q4 cuma tumbuh 0.1%, inflasi inti turun ke 2.0% dari 2.4%, bahkan PM Takaichi sendiri ngomong ke Gubernur BoJ soal kekhawatirannya terhadap kenaikan suku bunga. Artinya? Tekanan untuk BoJ hike nyaris hilang dan yen carry trade tetap hidup.
Dari sisi AS, Core PCE bulan lalu masuk di 0.4% vs ekspektasi 0.3%. Angka ini cukup bikin Fed mikir dua kali sebelum potong rate. CME FedWatch sekarang cuma price-in dua kali cut di 2026, turun dari sebelumnya tiga kali. Selama yield AS tetap tinggi, modal punya alasan kuat untuk parkir di dollar.
Sentimen risiko global juga ikut mendukung. Ekuitas AS rebound, VIX turun ke 19.55, dan sektor siklikal memimpin, tanda investor lagi dalam mode "risk-on". Dalam kondisi begini, yen sebagai safe haven justru kurang menarik, dan USDJPY punya ruang lebih banyak ke atas.
Bukan soal satu katalis, tapi konvergensi dari semua faktor ini yang bikin bias bullish USDJPY cukup solid untuk saat ini.
Setup Lengkap Daily, USD/JPY Tunggu Extrem Di Low BB By M NuzulAnalisa Time Frame 1-Hari: Tunggu Reentry Pasca CSAK
Jika diamati dari time frame 1-hari, harga pasangan mata uang USD/JPY sedang dalam tren turun. Hal ini diketahui dari Death Cross Mid BB dan EMA-50 yang baru terbentuk beberapa pekan lalu. Posisi harga berada di antara kedua garis tersebut sehingga menggambarkan kekuatan jangka pendek dalam konsolidasi. Breakout ataupun Rejection pada salah satu sisi BB dapat mengonfirmasi terbentuknya tren baru ataupun penerusan tren lama.
Dari sisi Setup, Candlestick arah Kukuh Buy merupakan Setup terakhir yang terbentuk setelah harga ditutup pada bagian atas Mid BB dan MA-5/10 High pekan lalu. Terbentuknya CSAK Buy ini merupakan rangkaian Setup lanjutan pasca Extrem dan MHV Buy. Diperkirakan, harga akan meneruskan kenaikan setidaknya hingga Top BB. Posisi harga di sekitaran MA-5/10 Low saat ini memberikan peluang masuk dengan memanfaatkan Reentry pasca CSAK.
Dari sisi analisa Supply And Demand, rangkaian Setup Lengkap BBMA OA diawali dengan adanya Extrem dan Rejection yang juga terbentuk di zona Demand Fresh. Rejection kemungkinan dapat membawa harga ke zona Supply harian di sekitar level 157.000. Peluang Reentry pasca CSAK ini tidak didukung dengan zona Demand harian di MA-5/10 Low.
Analisa Time Frame 4-Jam: Validasi CSAK Dengan Extrem Di Low BB Dan Zona Demand
Dilihat dari time frame 4-jam, USD/JPY sedang dalam tren naik. Hal ini diketahui dari Golden Cross Mid BB dan EMA-50 yang baru terbentuk Jumat pekan lalu. Posisi harga berada di antara kedua garis tersebut sehingga menggambarkan kondisi Sideways atau konsolidasi.
Dari sisi Setup, CSAK Buy di time frame 1-hari terkonfirmasi valid dengan Momentum Buy berterusan yang terbentuk di Top BB. Setup terakhir di time frame 4-jam adalah Candlestick Arah Kukuh Sell setelah harga ditutup pada bagian bawah Mid BB, EMA-50, dan MA-5/10 Low sekaligus. Dari posisinya saat ini, harga berpeluang melanjutkan penurunan hingga Low BB. Peluang dari time frame 1-hari akan valid jika harga membentuk Extrem Buy di Low BB time frame 4-jam, dengan konfirmasi lanjutan di time frame 1-jam.
Dari sisi analisa Supply And Demand, zona yang berpotensi mendukung peluang di time frame 1-hari ada di area 153.000. Zona Demand yang masih Fresh ini berada pada bagian bawah Low BB dan mengawali kenaikan kuat harga pekan lalu. Zona ini akan menjadi Key Level unruk mencari level Entry, Stop Loss, serta dasar perhitungan target Profit.
Saran Pembukaan Posisi
Sinyal: Buy
Entry: 153.500
Stop Loss: 153.000
Take Profit: 155.000
Perkiraan Waktu Trading: 2-3 Hari.
DISCLAIMER ON:
Dalam analisa ini, segala keuntungan dan kerugian menjadi bagian dari risiko trading pribadi. Saya sebagai penulis tidak berhak menerima sedikitpun profit dari Anda maupun bertanggung jawab atas loss yang terjadi. Untuk itu, disarankan selalu menggunakan perhitungan Money Management yang baik dan ketat.
XAUUSD Hari ini - Bullish BerlanjutStruktur kenaikkan terus terbentuk, Dengan pecahnya seluruh retracement dapat diartikan XAUUSD mengalami transisi dari Bearish Correction kembali ke Bull Movement.
Potensi target atas ada di 5335-5370 ( Base ).
BUY on DIPS kami tunggu di area 5176 - 5120 dengan mencari konfirmasi BUYER.
Invalidasi kenaikkan terjadi jika 5120 pecah bawah.
Disclaimer on
$5000 Sudah Bukan Atap, Sekarang Jadi LantaiGold baru saja menembus $5100 dan pasar masih bullish. Bukan karena spekulasi liar, tapi karena hampir semua driver fundamental menunjuk ke arah yang sama: bank sentral terus beli, dolar melemah, yield riil rendah, dan geopolitik tidak kunjung mereda. Ketika semua faktor ini bekerja bersamaan, gold bukan sekadar safe haven. Ia jadi aset pilihan utama.
📊 Struktur Teknikal: Tren Masih Bersih
Dari chart mingguan, price action terbentuk dalam pola higher high — higher low yang konsisten sejak awal Januari. Target level berikutnya ada di $5420 , dengan pullback area di $4850 sebagai zona support kuat kalau terjadi koreksi.
Di timeframe intraday (H1), bias hari ini slightly bullish dengan target terdekat $5160 dan support $4900. Selama harga bertahan di atas $5050, struktur bullish ini masih valid.
🌍 Fundamental: Bukan Rally Tanpa Alasan
Iran-US indirect talks sedang berlangsung, tapi eskalasi militer tetap terjadi. Ukraine menyerang fasilitas Rusia, Trump masih berikan ancaman ke Iran. Risk-off flows masih mengalir deras ke gold. Di sisi lain, dollar index melemah pasca court ruling soal tariff, GDP Q4 AS cuma 1.4%, dan ekspektasi Fed cut masih hidup. Kombinasi ini = opportunity cost pegang gold makin rendah.
⚠️ Risk: Sentimen Ekuitas Masih Campur
Ekuitas AS mulai lemah, ada tekanan valuasi dan ketidakpastian midterm election. Artinya? Capital outflow dari ekuitas berpotensi redirect ke gold, ini justru mendukung rally lebih lanjut. Tapi kalau ekuitas rebound kuat, sebagian demand gold bisa terserap kembali ke risk assets.
Kesimpulan: Bias swing dan day trading sama-sama bullish. Selama geopolitik tidak de-eskalasi drastis dan dolar tidak rebound tajam, gold punya fundamental yang kuat untuk lanjut. Level $5160 sebagai target dekat, $5420 sebagai swing target.
Manage risk, jangan FOMO di top.
Ascending Triangle pada DXYPada Chart Time Frame Daily dan H4 terlihat jelas sedang dalam proses membentuk pola Ascending Triangle,seperti biasa confirmasi valid adalah breakout pada zona marking resistance horizontal nya triangle di 98.78, bila pembentukan Ascending sempurna dan break out kemungkinan besar USD akan lanjut menguat ke 100.
Dalam proses pembentukan pola tersebut tentu saja adanya faktor dan berita makro ekonomi, geopolitik dan data ekonomi dari negeri Paman Sam dan pengaruh kebijakan the FED terutama sepak terjang dan kebijakan dari Trump juga.
pertanyaan nya bagaimana dengan BTC dan XAU/USD? untuk trader ataupun investor yang belum ada posisi apakah siap siap incar long short bila Pola terbentuk sempurna dan valid breakout?
XAUUSD — Reaksi Harga pada Level PsikologisHarga XAUUSD saat ini sedang menguji area resistance psikologis 5.100, yang sebelumnya beberapa kali menjadi zona rejection dalam struktur range.
Pergerakan harga masih berada dalam fase konsolidasi, dengan market bergerak dari satu level psikologis ke level berikutnya.
🔴 Resistance
5.100 (zona keputusan saat ini)
5.150 (resistance berikutnya)
5.200 (resistance mayor)
🔵 Support
5.050 (support intraday)
5.000 (level psikologis kuat)
4.950 – 4.900 (zona demand utama)
Selama harga bertahan di atas 5.000, struktur naik jangka pendek masih terjaga. Acceptance di atas 5.100 membuka peluang menuju area resistance berikutnya, sementara rejection berpotensi membawa harga kembali ke area tengah range di sekitar 5.050 – 5.000.
Pendekatan analisa berfokus pada reaksi harga di level psikologis, bukan memprediksi arah market.
UKOIL Menguji Resist Line Penting, Potensi ke 73,70?UKOIL menguat seiring meningkatnya ancaman serangan ke Iran. Ketegangan geopolitik ini menimbulkan kekhawatiran terganggunya pasokan energi global, sehingga pasar merespons dengan lonjakan harga.
Kalau melihat dari sisi teknikal, penguatan UKOIL ini mulai menguji area resist line di 73,70 (garis hitam). Area ini menjadi titik penentu UKOIL kedepan. Kalau resist line ditembus dan bertahan di atas, tentu ada potensi untuk bergerak naik lebih tinggi menuju 79,91. Kalau resist line tidak dapat ditembus (seperti historis2 sebelumnya), ya kemungkinan besarnya UKOIL masih bergerak sideways.
Cek chart teknikal emiten-emiten perminyakan juga: MEDC, ELSA, ENRG menggunakan indikator Profit Trader Module
SRIUS : Minyak Bumi Di Persimpangan Bullish dan BearishSRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua
Minyak Bumi tipe Brent TVC:UKOIL sedang menguji Resistance di USD72 dengan dua skenario :
Breakout Resistance dan mengawali Uptrend menuju USD100
Reject Resistance dan turun menguji Support di USD60
Dalam view jangka panjang, Minyak Bumi terlihat masih dalam potensi Uptrend.
Penurunan dari sejak Juli 2022 terindikasi sebagai Technical Correction dan bertahan di Fibonacci Retracement 61.8% di sekitar USD60 - tempat yang tepat untuk mengakhiri Technical Correction.
Konsekuensi terhadap geopolitik (AS menyerang Iran) adalah harga minyak naik. Meskipun sudah ada cadangan dari Venezuela namun produksinya belum bisa langsung naik.
Secara historis, kenaikan harga minyak akan mendorong inflasi di AS (merah) dan juga Indonesia (hijau).
--
Perhatian!
Kami tidak memantau perkembangan pergerakan aset ini sehingga kami sangat mungkin akan telat untuk Menutup Posisi. Kami memang tidak memberikan rekomendasi. Apa yang kami sampaikan adalah analisis serta kontrol internal dan bukan ditulis untuk diikuti.
Outlook DEWA - Potential Pullback retest Demand Zone? *NFA1. Tren Utama dan Resisten
Saat ini, DEWA sedang berada dalam fase downtrend jangka menengah setelah mencapai puncaknya di area 880 pada awal tahun.
• Trendline Deskenden: Ada garis tren menurun (garis putih solid) yang saat ini menjadi penghalang utama. Harga terakhir berada di 640, tepat menyentuh atau berada sedikit di bawah garis tren tersebut.
• Supertrend: Indikator Supertrend (garis biru di atas harga) berada di level 685. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas 685, sinyal "Sell" atau tren bearish secara sistem masih mendominasi.
2. Area Support dan Demand
Chart ini mengidentifikasi area beli yang cukup kuat di bagian bawah:
• Demand Zone (462 - 482): Ini adalah area "lantai" di mana pembeli sebelumnya masuk dengan masif. Jika harga terkoreksi tajam, area ini adalah benteng pertahanan terakhir.
• Fibonacci Retracement: * 0.618 (545): Level support psikologis pertama jika terjadi rejection.
• 0.706 (510) & 0.79 (478): Level diskon yang lebih dalam, berhimpitan dengan Demand Zone.
3. Interpretasi "Panah Putih" (Skenario Bearish)
Panah lengkung putih yang mengarah ke bawah menunjukkan ekspektasi atau antisipasi terjadinya rejection (penolakan).
• Analisisnya: Harga mencoba menembus trendline tapi belum memiliki momentum yang cukup kuat. Jika hari-hari berikutnya harga gagal ditutup di atas 650-660, kemungkinan besar DEWA akan "terpental" turun kembali menuju level 545 atau bahkan 510 untuk mencari pijakan baru.
4. Kesimpulan Strategi
• Skenario Konfirmasi (Wait and See): Jika kamu ingin masuk, tunggu harga breakout dan close di atas garis tren (sekitar >650) dengan volume yang tinggi. Target berikutnya adalah level Supertrend di 685.
• Skenario Rebound (Buy on Weakness): Jika harga mengikuti arah panah putih, kamu bisa menunggu di area support Fibonacci atau di Demand Zone (462-482) untuk mendapatkan harga yang lebih murah dengan risiko yang lebih terukur.
Catatan: Analisis ini bersifat teknikal berdasarkan data pada gambar. Selalu perhatikan sentimen pasar dan berita fundamental terkait emiten DEWA.
EMTK: Masih Ada Potensi ke 1500, Cermati1. Sebelumnya berada dalam tren turun jangka pendek dan membuat EMTK mencapai area swing low 925 lalu berkonsolidasi di area tersebut
2. Kini support fraktal yang terus naik mengindikasikan buyer yang dominan.
3. Selama mampu terus bergerak di atas support fraktalnya, EMTK berpeluang mengalami reversal dan masuk kembali ke tren bullish dengan potensi kenaikan hingga ke level 1500 dengan minor target di 1155.
4. Jika trend optimizer bisa berubah warna menjadi putih, hal tersebut makin menegaskan bahwa saham ini sedang berada dalam fase bottom reversal
Trading plan:
1. Buy di area 835-930 dengan entry risk ±10%
2. Stoploss jika break S 835
WT: EMTKDRCK6A (3.5x, low sensitivity‼️)
Disclaimer ON
#SahamJagoan #DisimpanMakinCuan
Ekspektasi penurunan pada EURAUDPada Timeframe Daily, kita dapat melihat bahwa harga turun dengan cepat. Cara yang dapat kita gunakan untuk membaca trend daily jika ingin mengetahui secara objektif adalah menggunakan indikator trend seperti moving average. Saya biasa menggunakan EMA 10. Pada timeframe Daily, EURAUD Bearish
Pada timeframe Daily, harga sudah melakukan "manipulasi" pada GBPAUD sementara market turun, membuat saya yakin dengan penurunan dari EURAUD. SMT = Smart Money Tool, atau kita dapat menyebutnya divergent dari market yang idealnya berkorelasi.
Entry dilakukan pada Hari rabu dengan ekspektasi Hari senin atau selasa sudah membuat High of the Week, sehingga penurunan ke 1.66236 lebih meyakinkan daripada kenaikan. Entry dilakukan setelah harga membuat -FVG (Bearish FVG)
SRIUS : Bitcoin Membentuk Bottoming Untuk Mengakhiri DowntrendSRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 260218
BITSTAMP:BTCUSD pada periode tahun 2022, menggunakan Fibonacci Extention, Bitcoin Breakdown Support di USD30,000 dan terus turun menuju 127.2% dari pergerakan dari USD30,000 ke USD70,000. Setelah dari level tersebut, Bitcoin perlahan naik melanjutkan Uptrend-nya.
Di tahun 2025 - 2026, Bitcoin Breakdown Support di USD74,000 dan menuju level 127.2% terhadap pergerakan dari USD74,000 ke USD126,000.
Kami perkirakan Bitcoin akan membentuk Uptrend serupa seperti tahun 2022 lalu.
Saat ini Bitcoin masih sangat mungkin membentuk Bottoming yang agak landai (seperti pada tahun 2022an) sehingga cenderung Flat di rentang USD60,000 - USD72,000 sebelum kembali Uptrend menuju dan melewati USD127,000 (dalam 12 - 24 bulan ke depan).
Satu hal yang perlu di-highlight adalah proyeksi ini terancam batal bila Bitcoin kembali turun di bawah USD60,300.
--
Perhatian!
Kami tidak memantau perkembangan pergerakan aset ini sehingga kami sangat mungkin akan telat untuk Menutup Posisi. Kami memang tidak memberikan rekomendasi. Apa yang kami sampaikan adalah analisis serta kontrol internal dan bukan ditulis untuk diikuti.






















