WTI Tertahan di Bawah $78, Rawan Koreksi ke S17 Agustus 2026
Minyak mentah (WTI) sempat menembus level $78 per barel pada perdagangan kemarin, melanjutkan reli akibat memanasnya kembali situasi di Selat Hormuz. Namun sesi hari ini harga terkoreksi dan kini diperdagangkan di kisaran $77,70, gagal mempertahankan level psikologis tersebut.
Pemicu utama pergerakan tetap datang dari perkembangan geopolitik Iran. Menurut laporan TradingEconomics, Iran dilaporkan melancarkan serangan ke sasaran yang disebutnya sebagai "target musuh" di sekitar Selat Hormuz menyusul insiden ledakan di dekat Pulau Qeshm. Di sisi lain, negosiasi Iran-Oman terkait pengaturan jalur pelayaran di selat tersebut terus berjalan. Dalam draf perjanjian yang tengah ditinjau parlemen Iran, Teheran berupaya melarang kapal berbendera Amerika Serikat dan Israel melintasi Hormuz, sekaligus mewajibkan negara yang dianggap bermusuhan membayar kompensasi sebelum diizinkan lewat. Pelanggar ketentuan ini bahkan terancam sanksi setara 20% dari nilai kargo kapal. Iran juga menegaskan bahwa pembukaan penuh selat baru akan terjadi setelah blokade maritim AS dicabut sepenuhnya, kondisi yang dinilai pasar lebih ketat dari perkiraan sebelumnya, sehingga menjaga premi risiko tetap tinggi di pasar minyak.
Ketegangan yang belum mereda ini membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap risiko gangguan pasokan, meski secara teknikal harga menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah reli tajam dalam 24 jam terakhir. Pergerakan garis Simple Moving Average (SMA) turut menggambarkan pergeseran momentum ini: selama fase reli dari kisaran $75 menuju $79, harga secara konsisten bergerak di atas SMA yang berperan sebagai support dinamis dan mengkonfirmasi tren naik. Namun begitu harga gagal mempertahankan level $78 dan berbalik turun, candle mulai menembus ke bawah garis SMA — pergeseran ini menjadi sinyal awal bahwa momentum bullish jangka pendek mulai melemah dan SMA kini berpotensi berbalik fungsi menjadi resistance dinamis.
Analisis Teknikal:
Simple Moving Average (SMA) sempat menjadi support dinamis sepanjang fase reli dari $75 ke $79, namun kini tertembus ke bawah seiring harga terkoreksi ke $77,70 indikasi awal pergeseran momentum dari bullish ke netral/bearish jangka pendek.
Selama harga masih tertahan di bawah garis SMA, level tersebut (sekitar 78,00) berpotensi bertindak sebagai resistance dinamis yang perlu ditembus kembali agar tren naik dapat dilanjutkan.
Indikator Stochastic Oscillator (%K 41,70 / %D 39,29) baru saja rebound dari area oversold, membuka ruang koreksi naik terbatas sebelum potensi pelemahan lanjutan.
Resistance terdekat berada di R1: 78.70, dengan level lanjutan di R2: 79.60 dan R3: 80.55 apabila harga berhasil kembali ditutup di atas SMA dan momentum bullish menguat kembali.
Support terdekat berada di S1: 77.45, diikuti S2: 76.35 dan S3: 75.50 sebagai area koreksi lanjutan jika harga tetap tertahan di bawah SMA.
Kesimpulan:
Penembusan harga kebawah SMA menjadi sinyal kunci pelemahan momentum jangka pendek; selama tertahan di bawah level ini, bias condong bearish menuju S1 (77.45).
Rebound Stochastic dari oversold berpotensi memicu koreksi naik jangka pendek menguji kembali SMA/R1 (78.70), namun keberlanjutan tren naik baru tervalidasi jika harga tutup stabil di atas SMA.
Perkembangan geopolitik Selat Hormuz tetap menjadi faktor risiko utama yang dapat memicu volatilitas tajam sewaktu-waktu, sehingga manajemen risiko ketat sangat disarankan.
Pantau rilis berita terkait negosiasi Iran-Oman dan keputusan parlemen Iran sebagai katalis pergerakan lanjutan, serta perhatikan reaksi harga di sekitar garis SMA sebagai konfirmasi arah tren berikutnya.
Disclaimer: Analisis ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual instrumen keuangan tertentu. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. EsaFX tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari penggunaan analisis ini.
Yuk naik ke #LevelnyaTraderSejati bareng EsaFX
Osilator Stochastic
BMRI: Berpotensi memulai pola Bullish reversalResistance 2: 5,575
Resistance 1: 5,050
Support 1: 4,000
Support 2: 3,620
Bank Mandiri mengalami penurunan sejak Sep2024, setelah mendekati resistance channel pola sejak Jun2013.
Dan saat ini berpotensi membentuk pola bullish reversal dalam beberapa waktu yang akan datang, kenapa?
Beberapa alasan technical mengenai kemungkinan harga akan memulai perubahan trend menjadi trend naik, sebagai berikut:
BMRI dalam chart biweekly
- RSI & Stochastic masuk area Oversold,
- Mendekati support trendline (pola sejak Sep2015)
- Dekat Target teoritis pola double top (Okt2023-Des2024)
- Demand Area pola sejak Dec2017
- Potensi terbentuknya bullish falling wedge (pola sejak Feb2025)
Saat ini, masih kemungkinan masih akan ada pelemahan namun jika mulai berproses berubah menjadi pola bullish reversal, momentum pelemahan akan berkurang dan mungkin gagal berubah menjadi bullish. Oleh karena itu, selalu siapkan strategi pengelolaan risiko dan manajemen modal sebagai emergency plan.
Muhammad Alfatih, CFTe, CTAD, CTA, CSA, CIB
Analis senior bekerja di Samuel Sekuritas Indonesia
Menjadi Tim Penyiapan Materi Teknikal, Pengajar dan Asesor di LSP Pasar Modal
Polkadot Membentuk Cup and HandlePolkadot berpotensi menunjukkan adanya pattern Cup and Handle.
Indikator yang menunjukkan :
1. Ujung Cup and Handle di area support menunjukkan indikator MACD mengalami Golden Cross saat menyentuh $4.25 (Tanda Kuning)
2. Dua ujung Cup and Handle di area resisten menunjukkan death cross pada Indikator MACD di area $7.172
Hal yang perlu di perhatikan :
1. Resisten : $7.2
2. Potensi Support yang dituju (berdasarkan Fib Retractement) : area $6.02
3. Bila Langsung Break di area resisten, potensi target di $12.6
Cardano Menuju Koreksi?Cardano saat ini menunjukkan adanya pelemahan dalam pergerakan bullishnya
Indikatornya:
1. Chart pattern yang terbentuk adalah rising wedge
2. Stokastik RSI menunjukkan adanya bullish divergence
3. MACD mengalami death cross
4. Volume Buyers tertekan volume Seller.
Hal yang diperhatikan oleh Traders:
1. Resisten terdekat : 0.4325
2. Posisi Short Ideal : saat break dari rising wedge
3. Support terkuat :0.3254
Disclamer On
SILO uji MA60 untuk pijakan rebound#SILO potensi uji MA60 dan berpotensi Buy On Weakness range 8675-8950, dengan R1 9325-9700, R2 10050 dan R3 10900. Hati-hati jika SILO belum mampu break dan bertahan di atas R1 9325-9700, masih rawan koreksi kembali. Support dan stop loss terdekat jika break bawah 8500.
Disclaimer On





