KontanKontan

Simak Rekomendasi Saham BRPT, CPIN, dan BBCA untuk Perdagangan Kamis (5/11)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (4/11/2026). IHSG naik 15,84 poin atau 0,32% ke level 4.919,76.

Meski IHSG berakhir di zona hijau, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih didominasi pelemahan. Sebanyak 493 saham ditutup turun, sementara 190 saham naik dan 88 saham stagnan.

Di tengah pergerakan pasar yang beragam, investor dapat mencermati sejumlah saham dengan prospek teknikal berbeda. Berikut rekomendasi teknikal saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk perdagangan Kamis (5/11/2026).

1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Saham BRPT masih berada dalam tren penurunan atau downtrend setelah membentuk level terendah baru (new lower low). Meski demikian, terdapat indikasi pelemahan tren mulai terbatas seiring munculnya sinyal positif dari indikator teknikal.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, pergerakan harga saham BRPT membentuk new lower low sehingga masih dikategorikan berada dalam tren penurunan. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) telah menunjukkan positive divergence.

Kondisi tersebut diharapkan dapat membatasi fase penurunan saham BRPT ke depan. Meski begitu, investor disarankan untuk mencermati perkembangan pergerakan harga sebelum mengambil posisi.

Rekomendasi: Wait and SeeArea teknikal: Rp 985–Rp 1.130

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta

2. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Saham CPIN masih berada dalam fase downtrend, meskipun mulai terlihat peningkatan volume pembelian. Sejumlah indikator teknikal juga menunjukkan peluang perbaikan momentum, tetapi sinyal penguatan masih perlu dikonfirmasi.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, saham CPIN masih berada dalam fase downtrend. Namun, perdagangan hari ini diikuti dengan munculnya volume pembelian.

Dari sisi indikator, MACD masih berada di area negatif. Sementara itu, indikator stochastic mulai menyempit dan berpeluang membentuk golden cross yang dapat menjadi indikasi awal penguatan momentum.

Rekomendasi: Buy on Weakness (BoW)Support: Rp 2.090Resistance: Rp 2.400Target harga: Rp 2.460–Rp 2.640

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana

3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Berbeda dengan BRPT dan CPIN, saham BBCA mulai menunjukkan peluang rebound sehingga dapat dicermati untuk strategi speculative buy. Sejumlah indikator teknikal memberikan sinyal positif, meskipun masih terdapat indikator yang menunjukkan momentum negatif.

Head of Technical Analyst Department Mandiri Sekuritas, Hadiyansyah merekomendasikan speculative buy untuk saham BBCA. Secara teknikal, indikator MACD dan garis sinyalnya menunjukkan indikasi positif.

Selain itu, pola candlestick mengindikasikan potensi pembalikan arah atau rebound. Indikator RSI juga telah berada di area oversold, sementara harga saham BBCA bergerak di area lower band.

Meski demikian, indikator stochastic fast line dan slow line masih menunjukkan momentum negatif. Kondisi ini perlu dicermati investor untuk mengantisipasi potensi tekanan harga lanjutan.

Rekomendasi: Speculative BuySupport: Rp 4.880Resistance: Rp 5.000

Head of Technical Analyst Department Mandiri Sekuritas, Hadiyansyah

Baca artikel lengkap
Dapatkan akses tak terbatas ke artikel dari Kontan dan semua sumber berita lainnya di TradingView.