Penyebab utamanya berasal dari sentimen risk-off di pasar global. Reuters mencatat bahwa Bitcoin turun ke level terendah dalam lebih dari 3 bulan, sementara pasar terdampak oleh ketegangan geopolitik, USD yang lebih kuat, imbal hasil yang lebih tinggi, dan keluarnya arus modal dari aset berisiko.
Hal terpenting adalah BTC telah menembus ke bawah kanal naik pada timeframe D1. Ini merupakan sinyal teknikal yang cukup negatif, karena kanal tersebut sebelumnya telah menopang harga selama beberapa minggu. Ketika support kanal ditembus, area low sebelumnya di sekitar 72.000 berubah menjadi resistance baru.
Karena itu, saya memperkirakan BTC dapat melakukan rebound teknikal menuju area 69.600–72.100, yang sesuai dengan Fibonacci 0.618–0.5, sebelum tekanan jual kembali muncul. Jika area ini menolak harga, tren turun dapat terus berlanjut lebih dalam.
Target yang saya pantau dalam skenario ini adalah area 60.000 terlebih dahulu, lalu lebih jauh ke 52.000 USD jika penjual tetap mengendalikan pasar.
Kesimpulannya, baik berita maupun grafik saat ini sama-sama mendukung skenario bearish. BTC telah kehilangan struktur bullish, sentimen pasar melemah, dan aliran modal belum menunjukkan tanda-tanda kuat untuk kembali masuk. Bagi saya, setiap rebound saat ini lebih cocok digunakan untuk mengamati reaksi jual daripada membeli secara impulsif.
関連の投稿
免責事項
これらの情報および投稿は、TradingViewが提供または承認する金融、投資、取引、またはその他の種類の助言もしくは推奨であることを意図したものではなく、またこれらに該当するものでもありません。詳細は利用規約をご覧ください。
関連の投稿
免責事項
これらの情報および投稿は、TradingViewが提供または承認する金融、投資、取引、またはその他の種類の助言もしくは推奨であることを意図したものではなく、またこれらに該当するものでもありません。詳細は利用規約をご覧ください。
