Indo Tambangraya (ITMG) Siapkan Buyback Saham Rp 2,31 Triliun hingga Februari 2027
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyiapkan dana maksimal Rp 2,311 triliun untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan.
Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027.
Mengutip keterbukaan informasi pada Rabu (4/11/2026), ITMG menyatakan pelaksanaan buyback merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas dan ketahanan pasar modal Indonesia.
Perusahaan berharap pembelian kembali saham dapat membantu menjaga stabilitas perdagangan saham ITMG, mempertahankan kepercayaan investor, serta mendukung terciptanya pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien.
Dana maksimal Rp 2,311 triliun tersebut akan bersumber dari kas internal perusahaan. Anggaran itu sudah mencakup biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan buyback.
ITMG menyatakan jumlah saham yang dibeli kembali, apabila digabungkan dengan saham hasil buyback dari program sebelumnya yang masih dimiliki perusahaan, tidak akan melebihi 20% dari modal disetor.
Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan jumlah saham beredar atau free float.
Adapun pembelian kembali saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) di pasar reguler. Perusahaan juga akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melaksanakan transaksi tersebut.
ITMG menyatakan pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan operasional perusahaan.
Manajemen menilai saldo laba dan arus kas yang tersedia saat ini mencukupi untuk membiayai aksi korporasi tersebut.
Dalam keterbukaan informasi, ITMG turut menyajikan proforma laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 dengan memperhitungkan penggunaan dana maksimal buyback sebesar Rp 2,311 triliun.
Berdasarkan proforma tersebut, total aset perusahaan diperkirakan turun dari US$ 2,417 miliar menjadi US$ 2,289 miliar. Sementara itu, total ekuitas berkurang dari US$ 1,910 miliar menjadi US$ 1,783 miliar.
Jumlah saham beredar di luar saham treasuri juga diproyeksikan menyusut dari 1,114 miliar saham menjadi 1,026 miliar saham. Adapun laba per saham atau earning per share (EPS) meningkat dari US$ 0,095 menjadi US$ 0,103.
Return on equity (ROE) juga diproyeksikan naik dari 11,1% menjadi 11,9%. Perhitungan ROE tersebut menggunakan basis laba yang disetahunkan.
Manajemen menilai peningkatan laba per saham dan ROE dalam proforma tersebut menunjukkan potensi perbaikan tingkat pengembalian bagi pemegang saham setelah pelaksanaan buyback.
ITMG juga meyakini aksi korporasi ini tidak akan mengganggu kegiatan usaha maupun pertumbuhan perusahaan ke depan.
Keyakinan tersebut didukung posisi keuangan yang solid dan modal kerja yang dinilai memadai untuk mendukung operasional serta pengembangan usaha.
Meski begitu, perusahaan menyebut penggunaan seluruh anggaran maksimal buyback akan mengurangi jumlah aset dan ekuitas sebesar nilai pembelian kembali saham.
ITMG akan melaksanakan pembelian saham dengan harga yang dianggap baik dan wajar sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perusahaan juga dapat menghentikan program lebih awal apabila periode buyback berakhir, dana yang digunakan telah mencapai Rp 2,311 triliun, atau perusahaan memutuskan untuk menghentikannya.
Saham hasil buyback nantinya akan dialihkan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama berstatus sebagai saham treasuri, saham tersebut tidak memiliki hak suara, tidak diperhitungkan dalam kuorum rapat umum pemegang saham (RUPS), dan tidak berhak memperoleh dividen.