Gelar RUPS, Simak Prospek dan Rekomendasi Saham HRUM, EURO dan PBSA
Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Estee Gold Feet Tbk (EURO), dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menjadi perhatian investor seiring agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini, Jumat (18/9/2026).
Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai ketiga saham tersebut memiliki prospek berbeda, dengan katalis dan risiko yang perlu diperhatikan investor.
Untuk HRUM, Sukarno melihat prospeknya cenderung positif. Pertumbuhan bisnis nikel yang semakin material serta potensi peningkatan volume produksi batubara pada paruh kedua 2026 dinilai dapat menopang kinerja perseroan.
“Kinerja ke depan berpeluang tetap tumbuh seiring peningkatan kontribusi bisnis nikel dan perbaikan operasional,” ujar Sukarno kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas harga komoditas dan tekanan terhadap margin. Sukarno merekomendasikan buy untuk saham HRUM dengan target harga Rp1.200 per saham.
Berbeda dengan HRUM, prospek EURO masih perlu dicermati karena pertumbuhan laba perseroan relatif terbatas.
Rencana rights issue dan ekspansi bisnis dapat menjadi katalis pertumbuhan, tetapi di sisi lain terdapat risiko dilusi bagi pemegang saham serta risiko dalam pelaksanaan ekspansi.
Karena itu, Sukarno menyarankan investor wait and see terhadap EURO hingga terdapat perbaikan kinerja dan terlihat realisasi ekspansi perseroan.
Sementara itu, prospek PBSA dinilai positif. Pandangan tersebut didukung fundamental perseroan yang solid, pertumbuhan kinerja, serta pipeline proyek yang masih cukup kuat.
Salah satu agenda RUPS PBSA hari ini adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana stock split.
Menurut Sukarno, aksi korporasi tersebut berpotensi meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas saham PBSA bagi investor.
Namun, stock split pada dasarnya tidak mengubah nilai fundamental perusahaan. Karena itu, investor tetap perlu mencermati valuasi saham serta realisasi proyek PBSA ke depan.
Untuk saham PBSA, Sukarno memberikan rekomendasi buy atau accumulate.