Obligasi Korporasi

Tanggal jatuh tempo2 Agu 2033
Kupon
Tanggal jatuh tempo23 Jan 2050
Kupon
Tanggal jatuh tempo28 Jan 2060
Kupon
Tanggal jatuh tempo31 Jan 2046
Kupon
Tanggal jatuh tempo21 Sep 2047
Kupon
Tanggal jatuh tempo12 Feb 2048
Kupon
Tanggal jatuh tempo24 Mei 2049
Kupon
Tanggal jatuh tempo13 Mei 2045
Kupon
Tanggal jatuh tempo23 Jan 2045
Kupon
Tanggal jatuh tempo15 Jan 2040
Kupon
Tanggal jatuh tempo22 Jun 2047
Kupon

Lihat obligasi lainnya 


Tanggal jatuh tempo17 Jan 2034
Kupon8,25% (Tetap)
Tanggal jatuh tempo15 Jan 2029
Kupon9,75% (Tetap)
Tanggal jatuh tempo16 Sep 2026
Kupon3,20% (Tetap)
Tanggal jatuh tempo15 Jan 2049
Kupon4,45% (Tetap)
Tanggal jatuh tempo15 Agu 2052
Kupon4,45% (Tetap)
Tanggal jatuh tempo9 Nov 2052
Kupon6,90% (Tetap)
Tanggal jatuh tempo22 Apr 2027
Kupon4,11% (Variabel)
Kurs
SimbolImbal hasil terhadap jatuh tempoTanggal Jatuh Tempo
SimbolTanggal jatuh tempo / YTM
ABN AMRO Bank N.V. 4.718% 22-JAN-2027
US00084DBG43
4,68%
22 Jan 2027
ABN AMRO Bank N.V. 4.718% 22-JAN-2027
US00084EAL20
4,68%
22 Jan 2027
PepsiCo, Inc. 4.4% 07-FEB-2027
PEP5999641
3,98%
7 Feb 2027
Stryker Corporation 4.55% 10-FEB-2027
SYK5995068
4,12%
10 Feb 2027
SimbolImbal hasil terhadap jatuh tempoTanggal Jatuh Tempo
SimbolTanggal jatuh tempo / YTM

Pertanyaan yang sering diajukan


Obligasi korporasi adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh perusahaan untuk menghimpun modal bagi operasional bisnis. Berbeda dengan saham, obligasi mewakili pinjaman — investor meminjamkan uang, dan sebagai imbalannya, perusahaan setuju untuk membayar bunga secara berkala dan membayar kembali seluruh pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.

Meskipun memiliki risiko yang lebih tinggi daripada obligasi pemerintah — dikarenakan potensi ketidakstabilan atau masa bertahan perusahaan yang lebih pendek — obligasi korporasi umumnya lebih aman daripada saham. Pemegang obligasi memiliki prioritas di atas pemegang saham jika perusahaan mengalami masalah keuangan.

Gunakan Penyaring Obligasi kami untuk menemukan dan menganalisis obligasi korporasi yang sesuai dengan strategi investasi Anda.
Obligasi korporasi terbaik untuk dibeli adalah yang selaras dengan toleransi risiko dan strategi Anda.

Salah satu faktor yang dipertimbangkan banyak investor adalah peringkat kredit penerbit, yaitu penilaian atas kemungkinan perusahaan penerbit akan memenuhi kewajiban utangnya tepat waktu. Lembaga pemeringkat kredit yang paling dihormati adalah Moody's, Fitch Ratings, dan S&P Ratings.

Banyak investor juga lebih memilih ETF pendapatan tetap — instrumen ini membuat obligasi korporasi lebih mudah diakses jika Anda belum siap untuk berinvestasi secara langsung.

Anda dapat menemukan lebih banyak obligasi layak investasi dengan Penyaring Obligasi kami.
Imbal hasil obligasi korporasi adalah keuntungan atas investasi yang dilakukan. Terdapat empat jenis imbal hasil obligasi korporasi yang berbeda.

- Imbal hasil saat ini mengukur pendapatan yang Anda peroleh dari obligasi relatif terhadap harga pasarnya saat ini. Ini dihitung dengan membagi suku bunga kupon dengan harga obligasi

- Imbal hasil terhadap jatuh tempo (YTM) adalah tingkat pengembalian internal tahunan yang akan diperoleh investor jika mereka membeli obligasi pada harga saat ini, menyimpannya hingga tanggal jatuh tempo, dan menerima semua pembayaran kupon serta nilai nominalnya pada saat jatuh tempo obligasi

- Imbal hasil setara obligasi (BEY) dihitung dengan melipatgandakan imbal hasil setengah tahunan. Ini berfungsi untuk tujuan perbandingan dan tidak menyiratkan analisis terperinci tentang total pengembalian obligasi

- Imbal hasil tahunan efektif (EAY) adalah cara untuk merepresentasikan pengembalian aktual dari suatu obligasi dengan asumsi bahwa pembayaran kupon diinvestasikan kembali pada suku bunga yang sama dengan imbal hasil kupon obligasi tersebut.
Suku bunga obligasi korporasi (suku bunga kupon) adalah bunga tahunan yang dibayarkan oleh penerbit, berdasarkan nilai nominal obligasi tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan secara berkala dengan frekuensi yang berbeda hingga jatuh tempo (misalnya setiap 3 atau 6 bulan), tergantung pada jenis obligasinya.

Beberapa obligasi pemerintah bersifat tanpa kupon, artinya obligasi tersebut tidak membayar bunga. Sebaliknya, obligasi ini dijual dengan harga diskon dari nilai nominalnya, yang berfungsi sebagai kompensasi atas tidak adanya bunga reguler.

Anda mencari obligasi yang tepat? Gunakan Penyaring Obligasi kami untuk membandingkan berbagai alternatif.
Terkadang disebut obligasi sampah, obligasi korporasi berimbal hasil tinggi biasanya diterbitkan oleh perusahaan yang menghadapi tantangan keuangan. Perusahaan-perusahaan ini memiliki peringkat kredit yang lebih rendah dan kondisi keuangan yang lebih lemah, sehingga menjadikannya sebagai investasi yang lebih berisiko. Untuk mengimbangi risiko ini, mereka menawarkan tingkat kupon yang lebih tinggi untuk menarik investor. Para investor mungkin membeli obligasi ini dengan harapan mendapatkan keuntungan modal jika peringkat kredit penerbit membaik.

Apa pun strategi Anda, hindari untuk mengambil keputusan secara tergesa-gesa — selalu lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi.

Tetap terinformasi melalui Aliran Berita kami, dan pantau pendapatan perusahaan untuk melacak potensi pergeseran risiko dan imbal hasil.
Obligasi korporasi hadir dalam berbagai jenis. Obligasi tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan industri tempat perusahaan beroperasi (seperti teknologi atau transportasi), berdasarkan peringkat kredit, berdasarkan apakah obligasi tersebut dijamin atau tidak dijamin, dan banyak lagi.

Terlepas dari jenis obligasinya, pilihan tempat berinvestasi ada di tangan Anda — jangan sampai terkecoh hanya karena perusahaan XYZ masuk ke dalam kategori tertentu.

Untuk mempermudah, kami telah menyusun daftar berbagai obligasi korporasi. Ini termasuk:

- Obligasi korporasi suku bunga mengambang
- Obligasi korporasi tanpa kupon
- Obligasi korporasi imbal hasil tinggi, dan banyak lagi.

Anda dapat mengunjungi Pusat Pengetahuan kami dan mempelajari lebih lanjut tentang jenis-jenis obligasi lainnya.
Nilai pari (juga disebut nilai nominal atau pokok) adalah jumlah yang disetujui perusahaan untuk dibayar kembali saat obligasi mencapai jatuh tempo.

Di pasar sekunder, harga obligasi dapat berfluktuasi seiring dengan diterbitkannya obligasi baru dengan suku bunga kupon yang berbeda. Sebagai contoh, jika Anda memegang obligasi korporasi dengan kupon 3% dan obligasi baru menawarkan 3,5%, obligasi Anda mungkin diperdagangkan pada harga yang lebih rendah karena menghasilkan bunga yang lebih kecil.

Namun, pada saat jatuh tempo, kedua obligasi tersebut akan tetap dibayar kembali pada nilai pari yang sama — terlepas dari bagaimana harga pasar mereka telah berubah.

Pantau suku bunga obligasi korporasi untuk tetap mengikuti pergerakan pasar.
Obligasi korporasi layak investasi dianggap sebagai pilihan yang paling aman di antara berbagai obligasi. Hal ini dikarenakan perusahaan penerbitnya menerapkan praktik keuangan yang kuat dan diakui stabilitasnya. Pengakuan tersebut berasal dari salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kredit utama — Moody's, Fitch Ratings, dan S&P Ratings. Lembaga-lembaga ini menggunakan sistem pemeringkatan yang serupa baik untuk pemerintah maupun perusahaan.

Obligasi layak investasi biasanya menawarkan suku bunga kupon yang lebih rendah, namun daya tariknya terletak pada keandalannya. Investor sering kali lebih memilih obligasi ini karena risiko yang lebih rendah dan kemungkinan pembayaran kembali yang lebih tinggi — berbeda dengan obligasi imbal dengan hasil tinggi, yang bisa lebih volatile.

Temukan lebih banyak perusahaan layak investasi dengan memfilternya di Penyaring Obligasi kami.
Tanggal jatuh tempo adalah tanggal di mana penerbit harus membayar kembali nilai nominal sebuah obligasi. Ini adalah salah satu faktor kunci yang menentukan harga obligasi, dan hingga obligasi tersebut ditebus, pemegang obligasi menerima pembayaran bunga (suku bunga kupon).

Obligasi korporasi biasanya dikelompokkan berdasarkan jatuh temponya:
- Jangka pendek: 3 tahun atau kurang
- Jangka menengah: 3–10 tahun
- Jangka panjang: 10 tahun ke atas

Obligasi dengan waktu jatuh tempo yang lebih lama cenderung lebih berisiko, karena harganya dapat berfluktuasi seiring waktu di pasar sekunder akibat penerbitan obligasi baru.

Telusuri daftar obligasi korporasi jangka pendek dan obligasi korporasi jangka panjang kami untuk lebih memahami pasar obligasi.
Membeli obligasi korporasi adalah proses yang sederhana, tetapi Anda membutuhkan broker tepercaya untuk membantu Anda mengakses pasar. Setelah Anda menemukan broker yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan Anda, Anda dapat melanjutkan dengan membuka akun di sana. Jelajahi daftar mitra broker kami dan mulailah trading langsung dari chart Anda.

Sebelum berinvestasi, TradingView sangat menyarankan Anda untuk meluangkan waktu guna memahami pasar. Anda dapat menguji strategi Anda menggunakan akun Trading Kertas, dan manfaatkan Penyaring Obligasi kami untuk menemukan peluang investasi terbaik.
Harga pasar adalah harga jual obligasi korporasi di pasar sekunder. Bergantung pada kondisi ekonomi, peringkat kredit penerbit, dan obligasi lain yang tersedia, harga tersebut bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai nominal obligasi. Dalam kasus seperti itu, obligasi diperdagangkan pada harga diskon atau premium.

Anda dapat menemukan harga dan imbal hasil dari berbagai obligasi dengan Penyaring Obligasi kami.
Obligasi korporasi dianggap sebagai investasi dengan risiko yang lebih rendah daripada saham, menjadikannya pilihan yang populer bagi investor yang ingin memitigasi potensi kerugian dan menjaga modalnya. Bagi perusahaan, obligasi korporasi merupakan cara untuk menghimpun dana guna membiayai aktivitas mereka.

Ketika Anda membeli obligasi pada nilai nominalnya, Anda akan mulai menerima pembayaran bunga secara berkala, yang juga dikenal sebagai pembayaran kupon. Pembayaran ini biasanya dilakukan setiap enam bulan, namun perusahaan dapat menetapkan frekuensi apa pun dan bahkan menggunakan jadwal yang tidak berkala.

Setelah obligasi mencapai tanggal jatuh temponya, perusahaan penerbit akan membayar kembali seluruh nilai nominal obligasi kepada pemegang obligasi, dengan asumsi tidak terjadi gagal bayar.