Kami telah memperbarui bagaimana imbal hasil obligasi ditampilkan di TradingView agar lebih mudah dilihat dan digunakan dalam analisis sehari-hari.
Selain itu, perhitungan imbal hasil juga telah disempurnakan — sehingga apa yang Anda lihat tidak hanya lebih jelas, tetapi juga lebih presisi.
Data imbal hasil pada dasarnya tidak berubah — data tersebut dipindahkan lebih dekat ke posisi di mana pengguna sudah melihat dan berinteraksi dengan harga, chart, dan peralatan penyaringan. Hasilnya adalah alur kerja pendapatan tetap yang lebih lancar dan intuitif.
Imbal Hasil terhadap Jatuh Tempo di Samping Harga
Sebelumnya, imbal hasil terhadap jatuh tempo (YTM) berada di bagian Ringkasan utama pada halaman simbol obligasi. Informasi ini tersedia, tetapi mudah terlewatkan.
Sekarang, YTM ditampilkan tepat di samping harga pada halaman simbol obligasi, dan juga muncul di atas harga pada bagian Detail. Ini membawa imbal hasil ke dalam hierarki visual utama halaman, sehingga harga dan imbal hasil dapat dibaca secara bersamaan, tanpa perlu menggulir atau berpindah bagian.
Widget chart yang disematkan pada halaman simbol obligasi kini mendukung peralihan antara harga dan imbal hasil terhadap jatuh tempo.
Sekarang, secara bawaan, Superchart terbuka dalam mode YTM, menjadikan imbal hasil sebagai titik awal analisis yang alami. Ketika konteks harga dibutuhkan, informasi tersebut tetap tersedia — hanya dengan satu klik.
Berbagai skenario imbal hasil di Superchart
Saat menggunakan Superchart, analisis imbal hasil menjadi lebih fleksibel.
Selain harga, Anda dapat memvisualisasikan imbal hasil terhadap jatuh tempo, imbal hasil terhadap call, imbal hasil terhadap put, atau imbal hasil terhadap hasil terendah/Yield to worst, beralih di antara ketiganya tergantung pada struktur obligasi dan skenario mana yang paling penting. Ini sangat berguna untuk obligasi callable dan putable, di mana satu angka imbal hasil jarang menceritakan keseluruhan kisah.
Imbal hasil terhadap hasil terendah/Yield to worst sebagai imbal hasil utama di Penyaring Obligasi
Yield to worst sekarang digunakan sebagai indikator imbal hasil utama dan secara sederhana diberi label sebagai Imbal Hasil. Ini menyelaraskan Penyaring Obligasi dengan praktik umum obligasi pendapatan tetap.
Pada saat yang sama, penyaring mendukung serangkaian lengkap jenis imbal hasil — termasuk YTM, YTC, dan YTP. Anda dapat menambahkannya sebagai filter dari panel Filter atau sebagai kolom tambahan menggunakan menu Kolom (+), tergantung pada bagaimana kenyamanan Anda bekerja dengan data imbal hasil.
Mengapa ini penting
Analisis obligasi dibangun di sekitar data imbal hasil, tetapi data imbal hasil hanya berguna jika mudah dilihat, mudah dibandingkan, dan dapat diandalkan.
Dengan memindahkan YTM di sebelah harga, menjadikan imbal hasil sebagai tampilan bawaan pada chart, menyempurnakan perhitungan imbal hasil, dan memperjelas bagaimana imbal hasil disajikan dalam penyaring, TradingView membuat analisis pendapatan tetap menjadi lebih mudah dan lebih selaras dengan bagaimana obligasi sebenarnya dievaluasi.
Anggaplah ini sebagai satu bab dalam kisah analitik obligasi kami yang berkelanjutan. Tetap nantikan kelanjutan ceritanya.
Tim TradingView


