view IHSG monthlyIHSG mulai mendekati area demand (6480-6550).
Secara daily dan weekly mulai mendekati area oversold juga sehingga berpotensi short term dcb (dead cat bounce).
Selama foreign masih outflow, watchout jika breakdown dari area demand, karena IHSG berpotensi menuju area demand berikutnya 6200-6300.
Bearish scenario jika breakdown area demand (6200-6300) yang sekaligus merupakan area support neckline. Maka level 5735 merupakan area yang menarik untuk BOW, terutama jika stochastic monthly mulai masuk area oversold, seperti tahun 2015 dan 2020.
*disclaimer on
Indeks pasar
Dollar melemah tajam Dolar melemah tajam terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Senin, menguji angka 103 untuk pertama kalinya sejak Juni lalu di tengah prospek bahwa Federal Reserve dapat segera memperlambat laju pengetatan kebijakan moneternya. Pekan lalu, data manufaktur dan jasa ISM yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran tentang resesi, yang dikombinasikan dengan laporan penggajian yang menunjukkan pertumbuhan upah yang melambat, membuka jalan bagi sikap pengetatan yang kurang agresif dari bank sentral AS. Sekarang, semua mata tertuju pada laporan CPI, yang akan dirilis pada hari Kamis, untuk petunjuk lebih lanjut tentang langkah Fed selanjutnya. Dolar melemah secara keseluruhan, dengan aktivitas penjualan paling menonjol terhadap mata uang sensitif risiko seperti dolar Australia dan Selandia Baru.
Nasdaq Wall Street Akan Dibuka Lebih Tinggi
Saham berjangka AS mengikuti pasar yang lebih luas naik sekitar 0,5% pada hari Senin, menempatkan Wall Street di jalur untuk memulai minggu ini lebih tinggi karena tumbuhnya harapan bahwa Federal Reserve mungkin memutar kembali pengetatan moneter yang agresif. Tanda-tanda bahwa inflasi dapat mereda dan kekhawatiran tentang resesi yang akan segera terjadi mendorong taruhan bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju kenaikan suku bunga pada bulan Februari dan bahkan akan memangkas suku bunga akhir tahun ini. Menambah suasana yang lebih murah adalah optimisme seputar pembukaan kembali China setelah ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengumumkan lebih banyak bantuan keuangan kepada rumah tangga dan perusahaan untuk menopang pertumbuhan sambil menjauh dari kebijakan Covid-Zero yang ketat. Di sisi korporat, Bed Bath
U
💸Penyebab dan Efek Inflasi💸Inflasi adalah konsep ekonomi dasar yang memengaruhi semua orang, baik kita menyadarinya atau tidak. Sederhananya, inflasi adalah kenaikan harga-harga umum-harga makanan, barang, jasa, dan barang dan jasa lainnya naik seiring dengan meningkatnya biaya hidup. Hal ini bisa menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik; mari kita lihat lebih dekat beberapa penyebab dan efek inflasi.
Apa Penyebab Inflasi?
Inflasi disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama adalah penawaran dan permintaan; ketika permintaan barang meningkat tetapi penawaran tidak, harga cenderung naik. Faktor lainnya adalah kenaikan biaya seperti upah atau bahan baku; kenaikan ini diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Akhirnya, peningkatan jumlah uang beredar-jumlah uang yang beredar di seluruh perekonomian-juga dapat menyebabkan harga naik karena meningkatnya persaingan untuk sumber daya yang terbatas.
Efek Inflasi
Efek inflasi yang paling jelas adalah kenaikan harga. Ketika harga naik, daya beli turun; ini berarti bahwa orang memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan pada barang dan jasa konsumen. Ini juga berarti bahwa mereka yang berpenghasilan tetap seperti pensiunan mungkin berjuang untuk memenuhi kebutuhan karena kekurangan dana. Selain itu, inflasi dapat menyebabkan devaluasi mata uang karena orang membeli mata uang asing untuk melindungi investasi mereka dari tingkat inflasi yang tinggi. Hal ini dapat menimbulkan efek riak di seluruh pasar global karena investor menarik uang mereka atau mengalihkannya ke investasi yang lebih aman seperti emas atau obligasi.
Kesimpulan:
Inflasi dapat menguntungkan dan merugikan tergantung pada keadaan; secara umum, tingkat inflasi yang rendah lebih disukai karena memungkinkan bisnis untuk tumbuh sambil tetap mempertahankan struktur harga yang stabil bagi konsumen. Namun, jika inflasi naik terlalu cepat, hal itu dapat menyebabkan masalah seperti penurunan daya beli, devaluasi mata uang, dan masalah ekonomi lainnya yang terbukti sulit dikelola tanpa kebijakan yang tepat yang diterapkan oleh pemerintah atau bank sentral. Memahami penyebab dan efek inflasi dapat membantu kita mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk kondisi ekonomi apa pun yang mungkin timbul di masa depan.
Nasdaq Gambaran mapping nasdaq seminggu kedepan,kemungkinan untuk pergerakan NQ kembali menguat menuju 12000.Dengan adanya konfirmasi pola falling wedge.
U
IHSG POTENSI BEARISHIHSG telah menembus garis Uptrend sejak Maret 2020, sempat berusaha kembali namun belum berhasil dan justru berpotensi membentuk Pola Double Top. Dengan Fibonacci Retracement terdapat potensi arah harga IHSG di Fibo 38.2 di level 6039, lalu target berikutnya Fibo 50 di level 5633. IHSH terkonfirmasi membentuk pola Double Top jika menembus Support di level 6509, dengan target harga di 5660an.
level support IHSGBerikut adalah target penurunan IHSG berdasarkan level fibo dan area demand. Mudah-mudahan 1-2candle lagi tercapai dan mantul dulu. Sofar foreign masih outflow, dan akan ada rilis data NFP juga. Yang penting masih ada cash untuk siap-siap serok saham-saham dengan fundametal yang kuat. Yang mana? cek aja nanti saham apa yang akan mantul paling cepat. Always choose the market leader.
*disclaimer on
nasdaq kalau liat tren H4-H1 masih bearish, masih memungkinkan untuk entry sell d area ekstream supply m45. dan pantau m5.m3.m1 kalau sudah masuk area supply. nunggu choch,bos ltf bru entry.
NPenjualan
Mitos Januari EffectJanuari dalam pasar saham identik dengan "Januari Effect" sebuah fenomena di mana diyakini setiap bulan Januari harga saham akan melonjak.
Awalnya fenomena ini ditemukan oleh Professor Donald Keim di mana dia menemukan bahwa pasar saham pada bulan Januari cenderung naik dibanding bulan lainnya.
Terkait Januari effect ini ada banyak teori di balik dalang dari Januari effect
(1) Para Fund manager melakukan window dressing alias mempercantik porto mereka yang tentunya agar performa akhir tahun meningkat dimana ini berpotensi menarik lebih banyak klien.
(2)Kedua, beberapa perusahaan biasanya menyampaikan outlook atau kinerja mereka di akhir tahun
(3)Ketiga, banyak orang mendapatkan bonus akhir tahun yang mana bonus ini digunakan untuk membeli saham
Terlepas dari 3 asumsi prematur di atas, yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah January Effect itu benar atau sekedar mitos?
Berikut adalah data return IHSG per bulannya selama 2007–2021
Dari data di atas, pada bulan Januari IHSG memang cenderung memberikan imbas hasil positif pada bulan Januari. Dari total 15 bulan Januari di atas, ada 8 bulan yang memberikan imbas hasil positif dan hanya 3 bulan yang memberikan imbas hasil negatif.
Bulan dengan imbas hasil negatif terbanyak ada di November di mana dari total 15 Bulan November, 10 mengalami penurunan dan 5 kenaikan.
Jadi January effect itu kemungkinan besar nyata karena memang 53% dari total 15 bulan Januari dari tahun 2007–2021 mengalami kenaikan.
Namun jika dilihat lagi di atas, Bulan Desember justru menjanjikan peluang return yang lebih besar di mana dari 15 bulan Desember di atas, ke 15 nya mengalami kenaikan alias SETIAP BULAN DESEMBER DARI TAHUN 2010–2021 IHSG SELALU NAIK.
Penyebabnya mungkin karena pelaku pelaku pasar sudah mengetahui akan January effect dan takut ketinggalan kereta alias FOMO sehingga mereka memborong saham di bulan Desember. Mungkin saja, ini murni pendapat saya.
Tapi jika kita lebih kritis melihat data di atas, bulan November justru saat yang bagus untuk membeli saham karena:
Bulan November adalah bulan di mana IHSG paling sering mengalami penurunan sehingga ini merupakan peluang besar untuk membeli saham dengan harga murah.
Seperti dilihat di atas, Desember dan Januari adalah bulan di mana IHSG cenderung naik. Jadi jika kita membeli saham saat IHSG jatuh di bulan November, maka kita kemungkinan akan mendapat untung yang lebih besar dibanding membeli saham di bulan Desember atau Januari.
Kesimpulannya? Januari Effect itu hanya sekedar mitos karena pada bulan Januari selama rentang 2007–2021, IHSG tidak selalu memberikan imbas hasil positif. dari total 15 bulan, hanya 8 bulan Januari yang mengalami kenaikan.
Desember justru adalah bulan di mana IHSG selalu naik (meskipun Desember 2020 adalah tahun pandemi).
Bulan November, adalah bulan dimana IHSG lebih sering memberikan imbas hasil negatif sebelum memberikan imbas hasil positif 2 bulan selanjutnya. Jadi peluang sebenarnya untuk menikmati Januari effect mungkin ada di November dan Desember karena di bulan November IHSG mengalami koreksi dan Desember IHSG mengalami rally tertinggi.
Namun ini semua hanya data masa lalu yang mungkin orang orang sudah banyak tahu dan belum tentu akan terulang lagi karena apa yang terjadi di masa lalu belum tentu terjadi lagi di masa depan.
Referensi
en.wikipedia.org
IHSGTinggal 1 hari lagi menjelang penutupan akhir tahun. Akankah tahun ini menjadi tahun pertama kalinya IHSG ditutup merah?
IHSG pernah ditutup merah juga pada tahun 2000, bahkan secara yearly minus 38,55%.
Berbeda dengan kondisi sekarang yang secara yearly masih positif 4,16%.
Sayangnya, foreign masih tercatat outflow sampai hari ini, yang membuat kita jadi bertanya-tanya, apakah januari effect juga tidak ada di tahun 2023?
Top Foreign inflow tgl 26-29 des:
INCO, UNVR, ITMG, BUKA, PGAS, AKRA
Broker accum 26-29des:
NISP, BSDE, UNVR, AKRA
*disclaimer on
Kenaikan IHSG Tertahan Resisten Kuat, Bagaimana Kondisinya?Sesuai dengan ulasan teknikal sebelumnya: 'IHSG di Ujung Tanduk, Bullish Or Bearish?' IHSG sempat berhasil menembus area resist line 6854 (garis hitam), dan kenaikannya tertahan rangkaian moving averagenya di 6963 - 7038 (box biru).
Namun, jika ternyata berhasil dilampaui dan bertahan di atas resisten kuatnya (box biru), maka ada peluang IHSG kembali menguat menuju 7374 dengan minor target 7140.
Bagaimana peluang teknikalnya?
Selama pergerakannya tidak mampu menembus dan bertahan ke atas area moving average-nya, maka IHSG masih berada dalam range konsolidasi dalam range 6747 - 7038.
Ada skenario lain? Jika tidak mampu bertahan di atas support kuatnya (kotak merah), maka target penurunan selanjutnya berada di 6509 dengan minor target 6572.
Apakah ada window dressing tahun ini? Atau malah sudah libur duluan? Ikuti parameter teknikal IHSG dan saham-saham pilihan di RS Module dan Profit Trader Module Anda.
Disclaimer ON
US100 Sedang menguji support lihat nanti hasilnya bisa sellUS100 Sedang menguji support lihat nanti hasilnya bisa sell
Rincian:
Harga Biru = Harga Buy/Sell (tergantung posisi SL jika posisinya di atas harga Biru berarti Sell dan jika SL di bawah garis biru artinya buy)
Harga Merah = Harga SL
Harga Putih = Harga TP 1
Harga Hijau = Harga TP 2
Harga Kuning = Harga TP 3
Perlu di ingat Untuk Selalu Jaga Money Management anda. Skenario ini Bersifat sebagai Saran/Membagikan Sudut pandang Sehingga Segala Resiko,Keuntungan dan Keputusan kembali lagi ke Masing-masing Trader Sehingga menjadi Tanggung jawab setiap trader.
Ketika Sudah Running atau Profit 30 Pips Bisa lakukan Breakeven/Letakkan Stop Loss di Entry.
UPenjualan
IHSG dan potensi Window Dressing.Window dressing adalah sebuah istilah dalam pasar saham yang mengacu pada strategi Fund manajer atau pengelola dana untuk mempercantik portfolio mereka guna menarik minat nasabah/klien baru.
Para manajer investasi biasanya akan menjual saham dengan posisi rugi dan menggantinya dengan saham saham yang anak naik atau naik daun.
Kenaikan akibat sentimen window dressing biasanya terjadi pada bulan Desember.
Untuk itu, di bawah ini terlampir pergerakan harga IHSG secara bulanan dari 2010-2021.
Periode yang akan diamati adalah setiap bulan Desember dari tahun 2010-2021 di mana harga di bulan ini akan dilihat apakah bullish atau bearish.
Kesimpulannya, selama 10 tahun, setiap bulan Desember, IHSG selalu mengalami kenaikan.
Kenaikan tertinggi adalah di bulan Desember 2017 (+6.78%) dan kenaikan terendah adalah di bulan Desember 2013 (+0.42%)
Secara chart bulanan, IHSG belum mampu menembus high sebelumnya yaitu high di bulan April 2021 di mana candle terakhir menunjukkan lemahnya tekanan beli berupa spinning top.
Potensi penurunan bisa saja menjadi nyata jika ancaman resesi global dari Amerika benar benar terjadi.
Ini kemudian bisa membuat IHSG mengalami koreksi di bulan Oktober-November untuk kemudian bisa saja rally lagi di bulan Desember akibat window dressing.
Oleh karena itu, jika Oktober-November terjadi koreksi, ini bisa menjadi kesempatan untuk buy low sell high di saham blue chip atau berfundamental bagus.
Analisa adalah opini bukan rekomendasi.
DXY - MENGUAT KE 20Yrs DOUBLE TOP ATAU AWAL REVERSAL TREND ?Fibonacci Expansion 78.6% menahan harga US Dollar Index untuk tetap menguat dan saat ini masih tertahan pada support area EMA 10 monthly dan Retracement 23.6% weekly, setelah kebijakan The Fed yang melihat tingkat inflasi di AS mulai mereda hingga berimbas pada naiknya suku bunga The Fed yang dinilai pasar mulai tidak agresif. Namun jika terjadi false breakdown pada support area EMA 100 weekly, harga US Dollar Index cenderung akan menguat kembali di tahun depan hingga membentuk pola Double Top di titik tertinggi 20 tahun sebelumnya (122.22). Apalagi jika inflasi yang terjadi di AS kembali naik, bukan tidak mungkin The Fed akan melakukan pengetatan kembali dengan menaikkan suku bunganya secara agresif.
Tetapi jika sebaliknya, apabila harga US Dollar Index terjatuh dibawah EMA 200 Weekly ini diperkirakan akan adanya tanda reversal trend dari US Dollar Index yang sebelumnya dari bullish trend menjadi bearish trend. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ini awal reversal trend dari penguatan US Dollar ? Di sisi lain inflasi di Eropa yang saat ini belum mereda imbas dari kelangkaan energi, memungkinkan ECB untuk menaikkan suku bunga nya dalam waktu dekat untuk meredam inflasi yang terjadi. Hal yang sama juga terjadi pada Japan yen dimana Bank of Japan (BoJ) mengejutkan pasar obligasi dimana Japan Yen sempat menguat karena Bank of Japan mulai melakukan pivot dengan mengumumkan akan mengubah program kontrol kurva imbal hasil pemerintah Jepang 10thn naik sebanyak 50bps dan ini berpotensi mengakhiri era dovishnya, sehingga hal ini merupakan pemicu US Dollar Index melemah setelah menyentuh resistan area nya pada fibonacci expansion 78.6%. Selain itu hal yang perlu diperhatikan adalah potensi Arab Saudi yang mungkin bergabung dengan BRIC dan adanya potensi perubahan sistem petro dollar menjadi mata uang lain ataupun emas. yang dimana saat ini emas sesuai dengan analisa sebelum nya emas masih dalam trend bullishnya pada time frame monthly. Hal ini bisa sangat mengejutkan pasar uang. Sebagai catatan, Re-opening China dari zero covid policy bisa menaikkan harga minyak mentah kembali dan ini bisa menjadi peluang bagi negara penghasil minyak (OPEC) dan China bisa menaikkan permintaan mereka dengan membayar Yuan sebagai gantinya. (Ini hanyalah sebuah asumsi yang mungkin terjadi di market) Gold chart:
Jika memang terjadi reversal trend pada US Dollar Index. DXY akan mencari support area pada EMA 200 monthly (92.91) dan peluang hawkish pada Bank Central selain The Fed mungkin akan segera terjadi untuk meredam inflasi.
Disclaimer On ! - Analisa ini tidak sebagai anjuran untuk jual ataupun beli. Setiap instrumen investasi memilki resiko yang harus dipahami.






















