Indeks pasar
Awas! DXY Siap Menyapu Likuiditas Sebelum Naik LagiStruktur Pasar & Koreksi
DXY saat ini masih bergerak dalam struktur besar yang cenderung ranging antara area 100.40 sebagai resistance dan 98.30–98.80 sebagai demand kuat. Setelah terjadi break shadow di resistance atas, harga gagal melanjutkan penguatan dan kini bergerak turun mencari keseimbangan.
Zona Demand & Potensi Fakeout
Penurunan DXY mengarah pada area demand 98.80–98.20, yang sebelumnya menjadi base kuat sebelum rally besar terjadi. Area ini juga berpotensi menciptakan fakeout (FO) karena ada likuiditas yang tertinggal di bawah zona tersebut.
Skenario Reaksi Harga
Preferensi utama adalah skenario bullish rebound: harga melakukan retest ke zona demand merah, menyapu likuiditas, kemudian memantul kembali menuju area 99.60–100.20. Selama demand ini bertahan, bias jangka pendek masih pro-bullish menuju mid-range.
LQ45: Masih Ada Potensi Untuk Naik Lebih Tinggi LagiLQ45 saat ini sedang berkonsolidasi sehat di atas support kuatnya di area 834. Jika Anda cermati, area ini juga merupakan area neckline dari pola bullish pattern, yaitu cup & handle. Jadi, selama LQ45 mampu bertahan di atas support kuatnya (box merah), indeks ini masih ada potensi untuk bergerak naik lebih tinggi menuju 930 dengan minor target di 880. Tentunya, kalau melihat pola dan pergerakan dari LQ45, masih ada potensi IHSG untuk bergerak naik lebih tinggi.
Pastikan ikuti saham-saham pantauan menggunakan indikator Profit Trader Module di Tradingview Anda.
Disclaimer ON
DXY kritis di resistenPergerakan DXY pada timeframe H4 menunjukkan harga masih tertahan di area resistance yang sebelumnya sudah di-break oleh bayangan candle (break shadow). Struktur ini membuat market berpotensi melakukan retracement terlebih dahulu karena tekanan seller mulai terlihat di sekitar zona tersebut. Area demand kecil di bawah harga menjadi kunci pertama untuk melihat apakah buyer masih ingin mempertahankan momentum naik.
Jika harga mampu memantul dari demand tersebut dan kembali menembus high minor, maka skenario bullish berpeluang berlanjut dengan kemungkinan pembentukan struktur higher high baru. Namun apabila retest di demand gagal dan justru ditembus, maka arah market akan berbalik melemah dan membuka jalan menuju area demand yang lebih besar di bawah, dengan target sekitar level 99.661.
Ustec Berpotensi Naik hingga 33.000 +34% dalam 1 tahunKita bahas sesuatu yang menarik yaitu Ustec atau Nas100 yang mana berisi 100 perusahaan Terbesar di Amerika yang berfokus pada Teknologi. Ustec memiliki siklus yang sama berulang yaitu Drawdown, Drawdown berfungsi untuk melakukan Reset terhadap market. Drawdown rata rata dari Ustec adalah 30-40% dari harga ATH seperti yang kalian bisa lihat di gambar. Kita sudah mengalami Reset di awal tahun dan Reset Berikutnya akan ada di Tahun depan yaitu awal 2027. Menurut saya Pribadi Melakukan Long di Ustec saat ini tidak Terlambat dan masih ada potensi Gain Hingga 34%. Seperti yang kalian ketahui saya sedang melakukan Investasi cukup besar di Ustec karena saya percaya akan apa yang saya lakukan mendapatkan Gain 34% hanya dalam 1 tahun itu besar apalagi dengan resiko yang sangat kecil. Banyak yang bilang Saham amerika akan rontok atau apalah itu namun buktinya itu tidak terjadi, Ini semua hanya siklus dan saya yakin memang setiap 1.5 - 2 Tahun saham Amerika akan crash atau "reset" lalu akan kembali naik tinggi lagi.
Buy And Hold Jangan Trading untuk Ustec layaknya membeli saham.
USTEC Tunggu Area Demand Untuk Potensi +1821PipsUSTEC saat ini masih dalam kondisi Bearish dan berpotensi masuk area Demand 24.128 - 23.999. Kalian bisa ambil posisi Buy ketika masuk area Demand dan market Bisa Berpotensi Naik Hingga 25.800 dan ini sangat bagus karena koreksi yang terjadi adalah bentuk dari koreksi sehat yang bisa membuat Ustec naik lebih tinggi. Buy And Hold adalah strategy Terbaik dalam Melakukan Trading Index/Saham.
DXY menuju demand penentuanDXY saat ini bergerak dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan struktur tinggi sebelumnya. Harga menunjukkan rejection dari area supply 99.40–99.55, dan penurunan berpotensi berlanjut menuju area demand utama 98.82–98.50.
Selama harga belum mampu break & close di atas zona supply tersebut, skenario pelemahan masih dominan. Potensi validasi bullish baru akan muncul jika harga berhasil melakukan sweep di area demand bawah, kemudian membentuk struktur higher low dan kembali menembus supply. Jika skenario ini terjadi, DXY berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 99.80–100.00.
Untuk saat ini, fokus utama berada pada reaksi harga di zona demand besar 98.82–98.50 sebagai area penentu arah berikutnya.
DXY — Potensi Rebound dari Zona Demand Harga USD Index saat ini bergerak di area 99.48, mengalami koreksi setelah rally kuat sebelumnya. Struktur besar masih menunjukkan momentum bullish, ditandai dengan higher high dan higher low yang terbentuk sejak Oktober.
Pada chart, terlihat jelas area demand zone di sekitar 98.50 – 98.99, yang merupakan area reaksi harga dari break of structure sebelumnya. Area ini kini berpotensi menjadi support kuat untuk melanjutkan tren naik.
Ekspektasi Dollar Tetap BullishAnalisa ini hanya berfokus pada analisa teknikal, price action.
Saya melihat terdapat penguatan pada dollar index yang terjadi pada timeframe daily. Swing Low pada 17 September 2025 menjadi awal mula terjadinya Bullish Reversal. Kemudian setelah itu, harga membuat kenaikan yang signifikan darisana, sambil membuat pattern yang biasa kita lihat, seperti N pattern atau juga dapat menggunakan fibonacci untuk entry ketika retracement atau setelah ada rejection pada area golden zone.
Saat ini, penguatan masih menjadi fokus saya karena saat ini belum ada tanda reversal yang kuat seeprti pada 17 September lalu. Namun perlu diperhatikan bahwa minggu depan ada Non-Farm Payroll, dimana idealnya lebih baik tidak digunakan untuk trading dan lebih berfokus pada minggu kedua hingga ke-empat.
Bagaimana pendapatmu?
SRIUS : IHSG Kembali Positif di Oktober 2025, Sesuai SeasoanlitySRIUS : IHSG Kembali Positif di Oktober 2025, Sesuai Seasoanlity-nya
SRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 251031
Berdasarkan Seasonality sejak 10 tahun terakhir, sepanjang Oktober, IDX:COMPOSITE cenderung positif (8 dari 10 kali) dengan Average Monthly Return sebesar +1.57%.
Di bulan Oktober 2025, IHSG naik 1.28% dari akhir September 2025. Cukup bagus lah ya.
Memasuki November Rain (Guns N' Roses), secara Seasonality, IHSG cenderung turun (7 dari 10 kali) namun Average Monthly Return-nya somehow masih positif 0.14%. Kami sih melihatnya akan cenderung negatif namun jikalau positif maka Return di bulan November cenderung tinggi (3.8% - 9.44%).
Kami melihat November sebagai Time To Buy untuk Sell sebelum akhir tahun. Semoga bisa Buy on Weakness di mid atau akhir November 2025.
Well, Halloween this year should be interesting.
Let's see Santa in December 2025.
IHSG Berhasil ke 8000, Kemana Peluang Selanjutnya?Sesuai dengan ulasan sebelumnya: 'HUT RI ke 80, Akankah IHSG Mampu ke 8000?' IHSG berhasil melampaui area 8000 dan saat ini sedang berkonsolidasi di atasnya. Bagaimana peluang IHSG kedepan? Selama IHSG mampu bertahan di atas area 8000, IHSG masih ada potensi untuk melanjutkan tren kenaikan yang lebih tinggi menuju 8617.
Jadi, kami melihat tren IHSG masih positif at least hingga akhir tahun. Pastikan ikuti perkembangan teknikal saham-saham kamu di Profit Trader Module ya.
Disclaimer ON
#SahamJagoan #DisimpanMakinCuan #SatuMingguProfit
SRIUS : IDX80 Uptrend vs IHSG Downtrend. Mungkinkah?SRIUS : IDX80 Bersiap Uptrend vs IHSG Bersiap Downtrend. Mungkinkah?
SRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 251020
Sebuah perubahan besar tampaknya sedang terbentuk dimana IHSG yang selama ini Uptrend terlihat sedang bersiap Downtrend. sementara itu, IDX80 yang selama ini menjadi "pecundang" tampaknya mulai bersiap Uptrend atau setidaknya Outperform IHSG.
IHSG sedang Breakdown Up Trendline yang kami tarik dari sejak April 2025. Proses Breakdown ini mungkin akan diakhiri dengan bentuk Bearish Reversal Pattern (Head and Shoulders?).
Di sisi lain, kami melihat IDX80 membentuk Bullish Continuation (Ascending Triangle?) yang mengindikasikan Uptrend dari sejak April 2025 kemmbali berlanjut.
Kedua indeks ini memang memiliki nasib berbeda terutama apabila dilihat dari Puncak yang sama yaitu di September 2024. IHSG telah naik 4.5% dari sejak september 2024 namun IDX80 ternyata turun -9.5%.
Nasib ini tampaknya akan segera berubah pada pergerakan sejak Juli 2025.
Buat kamu yang berinvestasi di Reksa Dana Saham, mungkin saatnya Reksa Dana kamu memberikan Profit yang lebih menarik dibandingkan kemarin nih.
We'll see.
Conglomerate vs Traditional Old Big Caps Stocks.
Place your bet, Guys!
DXY Minggu ini - Akankah Double Bottom Terjadi ? DXY saat ini menunjukkan Pra/ Emerging pola double bottom yang kuat di area 96.37 — sebuah sinyal akumulasi besar yang menandakan potensi reversal jangka menengah. Setelah berhasil menembus struktur minor di atas 98.50, harga menunjukkan momentum bullish yang mulai stabil. Koreksi jangka pendek ke area 98.59 bisa terjadi sebagai retest support baru sebelum melanjutkan kenaikan.
Skenario Bullish (utama)
Selama DXY bertahan di atas 98.59, momentum naik masih valid.
Target kenaikan selanjutnya berada di 100.28 sebagai resistance utama.
Jika menembus 100.28, potensi lanjut ke area 101.50–102.00 terbuka.
Skenario Koreksi (alternatif)
Jika harga gagal bertahan di atas 98.59, DXY berpotensi turun kembali ke trendline naik di kisaran 97.80–98.00.
Area tersebut bisa menjadi titik pantulan baru untuk melanjutkan fase bullish.
Disclaimer on
Weekly Stocks for 13 - 17 Oktober 2025Weekly Stocks for 13 - 17 Oktober 2025
Saham - saham yang menarik perhatian kami menjelang kemungkinan Trump 3.0
Buy signal dari Parabolic SAR : IDX:CPIN dan IDX:INKP
Soon (Buy signal dari Parabolic SAR) : IDX:INCO dan IDX:ANTM
Weekly Buy signal dari Parabolic SAR : IDX:ADMR dan IDX:ULTJ
Breakout SMA 60 : IDX:ERAL
Kami suka dengan INKP dan perkirakan INCO akan segera mendapat sinyal Buy.
Perlu waspada False Signal pada CPIN.
ADMR sepertinya dapat Buy on Weakness mendekati SMA60-nya.
ULTJ terlihat sudah Bottom dan tampaknya mulai bersiap untuk naik (setidaknya mendekati SMA60-nya).
ERAL telah Breakout SMA60. Ada harapan namun kami akan wait and see.
Berikut katalis positif masing - masing saham menurut A.R.I.S :
CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk): Menjadi salah satu saham pilihan utama karena diuntungkan oleh program bantuan pemerintah untuk konsumen berpenghasilan rendah. Selain itu, saham ini dianggap undervalued dengan potensi pertumbuhan di tahun 2025.
INKP (Indah Kiat Pulp & Paper Tbk): Dianggap sebagai saham yang undervalued dan memiliki peluang untuk bertumbuh di tahun 2025.
INCO (Vale Indonesia Tbk): Terlihat adanya peningkatan porsi kepemilikan oleh reksa dana domestik, yang mengindikasikan sentimen positif dari investor institusional lokal.
ANTM (Aneka Tambang Tbk): Dipilih sebagai salah satu saham prospektif untuk tahun 2025 karena valuasinya yang menarik dan potensi pertumbuhannya. Kenaikan harga emas global juga menjadi katalis positif yang kuat.
ADMR (Adaro Minerals Indonesia Tbk): Laporan terbaru mengindikasikan adanya peningkatan produksi dan penjualan yang akan mendukung kinerja perusahaan ke depan.
ULTJ (Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk): Prospek positif didukung oleh pemulihan konsumsi domestik yang diperkirakan akan menguat, terutama menjelang akhir tahun didukung oleh berbagai stimulus fiskal dari pemerintah.






















